Konten Media Partner

Pesta Wirausaha Wajo, Johdy Tekankan Transformasi Saat Bisnis Mengalami Benturan

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesta Wirausaha Wajo, Johdy Tekankan Transformasi Saat Bisnis Mengalami Benturan
zoom-in-whitePerbesar

WAJO-Wirausahawan sekaligus professional coach, Junaedi Abdul Salam atau yang akrab disapa Om Johdy, memberikan suntikan motivasi sekaligus strategi praktis bagi para pelaku usaha dalam ajang Pesta Wirausaha Wajo, Minggu, 18 Januari 2026, di GOR Stadion Andi Ninnong, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, sekitar pukul 08.00 Wita.

Dalam sesi inspiratif tersebut, Johdy menyoroti fase kritis yang kerap dialami pengusaha saat menghadapi kegagalan maupun hambatan besar dalam perjalanan bisnis. Ia menjelaskan bahwa setiap proses membangun usaha pasti akan menemui titik benturan, baik dari persoalan internal maupun tekanan eksternal.

Benturan internal dapat berupa persoalan sumber daya manusia, seperti karyawan yang mengundurkan diri tanpa kabar (mutaber). Sementara dari sisi eksternal, pengusaha kerap dihadapkan pada realitas bisnis seperti penurunan omzet secara signifikan dan perubahan pasar yang tidak terduga.

Fase Kritis Bisnis dan Lembah Keputusasaan

Johdy menyebut kondisi tersebut sebagai fase transisi emosional yang berbahaya bagi pengusaha.

“Saat benturan itu terjadi, pengusaha seringkali jatuh dari titik antusiasme tinggi ke titik terendah yang disebut sebagai Valley of Despair atau lembah keputusasaan. Tinggal dua pilihan buat kita semua: mau terjebak pada Valley of Despair atau bangkit,” ujarnya.

Menurutnya, fase ini menjadi titik penentu arah perjalanan bisnis seseorang, apakah berhenti di rasa putus asa atau justru menjadikannya sebagai ruang pembelajaran untuk tumbuh lebih kuat.

Momentum Transformasi dan Tujuh Tangga Bisnis

Ia menegaskan bahwa benturan seharusnya menjadi momentum untuk melakukan transformasi besar atau The Great Transformation, bukan justru menjadi alasan untuk terpuruk. Dalam konteks tersebut, Johdy memperkenalkan konsep Tujuh Tangga Bisnis sebagai alat untuk membantu pengusaha mendiagnosis posisi dan kondisi usahanya.

Johdy menekankan bahwa usia bisnis tidak selalu mencerminkan kematangan level usaha.

Ia menyampaikan bahwa meskipun sebuah bisnis telah berjalan belasan tahun, levelnya bisa saja masih berada di tahap awal jika tidak dikelola secara sistematis dan terstruktur.

“Jangan pernah bilang produk Anda untuk semua orang. Tidak ada satu pun produk di dunia ini yang melayani semua orang,” tegasnya.

Delegasi sebagai Kunci Pertumbuhan Usaha

Salah satu poin penting yang turut dibahas adalah hambatan pengusaha dalam mendelegasikan tugas. Johdy menyebut pola pikir jika tidak saya yang kerjakan, maka tidak akan jadi sebagai racun bagi pertumbuhan bisnis.

Ia mendefinisikan delegasi sebagai seni menciptakan hasil yang identik meskipun dikerjakan oleh orang yang berbeda.

“Semua hal bisa didelegasikan, kecuali arah perusahaan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa visi besar dan arah strategis tetap harus dipegang oleh pemilik bisnis, sementara operasional teknis seharusnya mulai beralih ke tangan tim agar usaha dapat bertumbuh secara berkelanjutan.