Konten Media Partner

Presiden TDA 8.0 Berbagi Tips Manajemen Tusuk Sate Pada TDA Cangkruk Surabaya

TDAverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden TDA 8.0 Berbagi Tips Manajemen Tusuk Sate Pada TDA Cangkruk Surabaya
zoom-in-whitePerbesar

Surabaya - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Surabaya menggelar kegiatan rutin TDA Cangkruk bersama Presiden TDA 8.0 Eko destriyanto Founder PT Idea Indonesia Academy. Gelaran itu mengusung tema How To Scale Up Business. Acara bertempat di Bebek Joss Gandos, pada Rabu (9/8/2023).

Kegiatan ini, diikuti seluruh member dan pengurus dan acara berlangsung selama kurang lebih 3 jam.

TDA Cangkruk dipandu MC Nuril, Owner Dapur Nemlikur. Ketua TDA Surabaya 8.0, Ichlasul Amal Rangga Winata mengatakan, bisnis ataupun usaha member TDA Surabaya semakin bertumbuh. Hal ini, terlihat dari bertambahnya omset gabungan sehingga kegiatan TDA Cangkruk memberikan banyak kebermanfaatan.

"Jadi untuk omzet gabungan seluruh member TDA Surabaya mencapai 5 Triliun rupiah,"ujarnya.

TDA Cangkruk tidak hanya diisi tentang materi bisnis, namun juga beberapa game. Hal ini guna mempererat silaturahmi antara pengurus TDA dan member. Sehingga terciptanya kolaborasi yang bermanfaat selaras dengan tagline Presiden TDA 8.0 to the next level.

"Acara inti berupa talkshow bersama narasumber Presiden TDA 8.0 Eko Desriyanto dengan moderator Penalar Arif Budiman, Founder Nawwis Wedding Ring, sekaligus Sekretaris 1 TDA Surabaya 8.0," katanya.

Sementara itu pada kesempatan tersebut Eko menceritakan tentang How To Scale Up Business. Awal mula berbisnis PT Idea Indonesia Academy. Berbagi pengalaman memulai bisnis berawal dari semua dikerjakan sendiri sampai mempunyai murid.

"Bisnis awal saya kerjakan sendiri sampai memiliki murid meskipun hanya beberapa orang saja sampe akhirnya sekarang Idea bisa IPO," ungkapnya.

Eko menyebutkan jika selama memulai bisnis dengan manajemen tusuk sate alias semua dilakukan sendiri. Hal ini dimulai dari mengajar sampai marketing dan lain sebagainya.

"Dengan konsep bisnis manajemen tusuk sate selama 9 bulan hanya dengan 14 murid," bebernya.

Tak hanya itu, Eko juga membagikan beberapa tips bisnis salah satunya dengan memanfaatkan sosial media sebagai sarana untuk promosi.

"Kalau bisnis bidang jasa yang sama jangan menargetkan sekolah-sekolah tapi branding instagram karena cepat untuk dijangkau namun terdapat beberapa tips agar branding sampai kepada masyarakat,"terangnya.

Adanya TDA Cangkruk nantinya selalu memberikan manfaat yang luas dan menjadi wadah terjalinnya silaturahmi untuk para pebisnis di Surabaya. Sebagai informasi TDA Cangkruk didukung Bank syariah Indonesia (BSI) dan Mebiso,ada sesi edukasi produk untuk member TDA Cangkruk yang hadir.