Konten Media Partner

PWW 2026 Resmi Ditutup, TDA Tegaskan Wajo Siap Naik Kelas Kewirausahaan

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto bersama usai penutupan Pesta Wirausaha Wajo 2026. dok/tda
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama usai penutupan Pesta Wirausaha Wajo 2026. dok/tda

Wajo - Pesta Wirausaha Wajo (PWW) 2026 yang dihelat Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA), resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari penuh dengan rangkaian agenda inspiratif, edukatif, dan kolaboratif.

Momen penutupan ini menandai berakhirnya sebuah perhelatan kewirausahaan yang tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga simbol kebangkitan semangat wirausaha daerah.

PWW 2026 tampil sebagai ruang temu strategis bagi pelaku usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk membangun jejaring, memperkuat kapasitas, serta memperluas kolaborasi lintas sektor.

Atmosfer antusiasme peserta menjadi gambaran kuat bahwa ekosistem kewirausahaan Wajo terus bergerak dinamis dan bertumbuh.

PWW 2026 sebagai Gerakan Kewirausahaan Daerah

Ketua TDA Wajo 8.0, Muhammad Zaldi Suradin, menegaskan bahwa PWW 2026 merupakan bukti nyata hidupnya ekosistem wirausaha di Wajo yang siap berkembang.

“PWW 2026 bukan sekadar event tahunan. Ini adalah gerakan. Kita ingin wirausaha Wajo berani bermimpi lebih besar, naik kelas, dan masuk ke the bigger game,” ujar Zaldi.

Selama pelaksanaan, PWW 2026 menghadirkan pembicara nasional dan internasional, diskusi strategis, sesi inspiratif, hingga berbagai aktivitas pendukung seperti kompetisi kreatif dan olahraga.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kapasitas pelaku usaha secara menyeluruh, baik dari sisi bisnis, mentalitas, maupun jejaring kolaborasi.

Kolaborasi sebagai Fondasi Pertumbuhan Wirausaha

Zaldi Suradin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pertumbuhan wirausaha yang berkelanjutan.

“Tidak ada wirausaha yang tumbuh sendirian. PWW adalah ruang temu, dan setelah ini tugas kita adalah menjaga semangat kolaborasi itu tetap menyala,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pesta Wirausaha Wajo 2026, Ahmad Dedy Afandi, menilai antusiasme peserta sebagai indikator kuat keberhasilan acara.

“Kami melihat semangat luar biasa dari peserta. Mereka tidak hanya datang untuk mendengar, tetapi untuk belajar, berjejaring, dan berkolaborasi. Ini yang membuat PWW 2026 terasa hidup,” jelas Ahmad Dedy.

Ahmad Dedy menegaskan bahwa kesuksesan PWW 2026 tidak lepas dari kerja kolektif panitia dan volunteer.

“Terima kasih kepada para penerbang roket (panitia PWW 2026). Kalau bukan kalian, acara ini tidak ada,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, pembicara, sponsor, komunitas, hingga peserta yang menjadi ruh utama penyelenggaraan PWW 2026.

Apresiasi Peserta dan Tokoh terhadap PWW 2026

Presiden TDA 8.0, Eko Desriyanto.dok

Presiden TDA 8.0, Eko Desriyanto turut mengapresiasi kinerja panitia PWW 2026, khususnya saat menghadapi perubahan lokasi acara akibat renovasi ruang pola yang harus dipindahkan ke GOR Andi Ninnong.

“Kesuksesan PWW 2026 yang akan saya ceritakan,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari peserta, Qadriah Ningsih Rahmadani. Ia menilai kehadiran pembicara internasional sebagai nilai tambah besar bagi PWW 2026.

“Terima kasih PWW 2026 sudah datangkan Nash Idrus dari Malaysia dan terima kasih energinya,” jelas CEO of Rustika Consultant ini.

Dengan berakhirnya Pesta Wirausaha Wajo 2026, Wajo kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang serius membangun kewirausahaan sebagai pilar ekonomi masa depan, berangkat dari potensi lokal menuju panggung yang lebih besar dan berkelanjutan.