Konten Media Partner

Rakerprov Gakeslab Jateng 2026 Perkuat Soliditas dan Resiliensi Industri Alkes

TDAverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rakerprov Gakeslab Jateng 2026 Perkuat Soliditas dan Resiliensi Industri Alkes
zoom-in-whitePerbesar

Solo - Gakeslab Indonesia Provinsi Jawa Tengah sukses menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2026 di Novotel Solo Hotel, Kota Surakarta, Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Resiliensi dan Soliditas sebagai Fondasi dalam Menghadapi Perubahan Kebijakan di Bidang Kesehatan.”

Muhammad Gunawan, Divisi Kerja sama Eksternal Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Semarang yang juga Ketua Bidang Organisasi Gakeslab Indonesia Provinsi Jawa Tengah, turut menjadi panitia dalam kegiatan tersebut. Gunawan menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Rakerprov Gakeslab Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Rakerprov Gakeslab Indonesia Jawa Tengah 2026 menjadi forum strategis bagi pengurus dan anggota untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan visi, serta merumuskan program kerja dalam menghadapi dinamika regulasi dan tantangan dunia usaha alat kesehatan.

Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Organisasi

Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Agus Mardiyanto, S.E., M.M., menegaskan bahwa Rakerprov bukan sekadar agenda rutin organisasi. Forum ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah realistis bagi kemajuan organisasi dan keberlanjutan usaha anggota.

“Tema ini sangat relevan dengan kondisi yang kita hadapi dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di sektor industri dan distribusi alat kesehatan,” jelas Agus dalam sambutannya.

Tantangan Industri Alat Kesehatan Kian Kompleks

Agus menjelaskan, sektor industri dan distribusi alat kesehatan saat ini berada dalam fase transformasi besar. Perubahan tersebut dipicu oleh meningkatnya kemandirian produksi dalam negeri, digitalisasi layanan kesehatan, inovasi teknologi, serta penguatan regulasi untuk mengurangi ketergantungan impor.

Dalam forum tersebut, turut disoroti sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha, antara lain:

* Krisis likuiditas akibat tertundanya pembayaran dari rumah sakit

* Perubahan regulasi yang berlangsung cepat

* Ketidakpastian pasar akibat efisiensi anggaran pemerintah

* Fluktuasi nilai tukar

* Keterbatasan bahan baku

Perubahan regulasi yang menjadi perhatian meliputi IDAK, standardisasi CDAKB dan CPAKB, sistem OSS-RBA, pembaruan e-Katalog versi 6, hingga penerapan TKDN yang semakin ketat.

Strategi Penguatan Industri dan Kolaborasi

Menurut Agus, terdapat sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat untuk menjawab tantangan tersebut, di antaranya optimalisasi implementasi kebijakan kesehatan, percepatan inovasi dan investasi produksi dalam negeri, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga alih teknologi.

Pengembangan sumber daya manusia juga dinilai krusial melalui kolaborasi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi. Selain itu, diperlukan penyempurnaan kebijakan, percepatan perizinan produk dalam negeri, serta penguatan strategi pemeliharaan alat kesehatan secara terpadu di daerah.

Pengurus Gakeslab Indonesia Jawa Tengah, lanjut Agus, berkomitmen untuk terus membantu anggota dalam memahami regulasi terbaru, meningkatkan kapasitas usaha, serta menyalurkan aspirasi ke forum Rakernas maupun rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Kita harus rapatkan barisan, tingkatkan solidaritas, serta bekerja keras mencari solusi demi kemajuan organisasi dan keberlanjutan usaha kita semua,” ujarnya.

Dukungan Pemerintah dan Agenda Strategis Rakerprov

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, dr. Elhamangto Zudhan, M.KM., turut memberikan sambutan. Kehadiran Dinas Kesehatan Jawa Tengah menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekosistem alat kesehatan.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, distributor, serta pemangku kepentingan lainnya guna mendukung ketersediaan alat kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Rakerprov juga diisi dengan berbagai agenda strategis, meliputi:

* Sosialisasi update perpajakan Coretax 2026

* Sosialisasi PP Nomor 28 Tahun 2025 pada sistem OSS

* Pembahasan Permenkum Nomor 49 Tahun 2025

* Kewajiban LKPM bagi pelaku usaha ber-NIB

* Diskusi sistem e-purchasing Inaproc versi 6 bersama LKPP dan Gakeslab Institute

* Pameran produk alat kesehatan dan laboratorium

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai di Surakarta, Jawa Tengah.

Melalui Rakerprov Gakeslab Indonesia Jawa Tengah 2026, organisasi berharap mampu memperkuat soliditas sekaligus menghadirkan solusi konkret bagi pelaku usaha alat kesehatan di tengah perubahan regulasi dan dinamika industri kesehatan nasional.