Konten Media Partner

Riris Nurbintari, Dari ISO 50001, Konsultan UMKM, Hingga Produksi Mukena

TDAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Riris Nurbintari bersama mendiang suami Aris Ika Nugrahanto, di depan Shenyang Station, Liaoning,China. (foto:dok/pribadi).
zoom-in-whitePerbesar
Riris Nurbintari bersama mendiang suami Aris Ika Nugrahanto, di depan Shenyang Station, Liaoning,China. (foto:dok/pribadi).

SURABAYA - Riris Nurbintari memulai bisnis tahun 2003. Sebagai co-founder PT. Phitagoras Global Duta, salah satu perusahaan yang menjual jasa training dan konsultan.

Kemudian tahun 2006, dia menikah dengan Aris Ika Nugrahanto, lalu meninggalkan dan menjual semua sahamnya di Phitagoras.

Kemudian Riris, sapaan akrabnya, bersama suami mengembangkan EnerCoss PT Mitra Solusi Energi berkelanjutan, yang merupakan perusahaan tertua di tanah air untuk jasa layanan ISO 50001.

ISO 50001, Energy Management Standar, adalah standar yang digunakan untuk mengelola kinerja energi termasuk efisiensi dan konsumsi energi, menggunakan model Sistem Manajemen dengan pendekatan siklus Plan, do, check, action untuk perbaikan berkelanjutan.

Selama kurun waktu hingga 2020, banyak hal yang telah dilakukan alumnus Fakultas Teknik Kimia ITS ini. Riris telah memiliki empat sertifikat kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) selama tahun 2018-2020, salah satunya adalah sertifikat kompetensi BNSP sebagai Fasilitator Pendidikan dan Pelatihan UMKM.

Ketika suami tercinta meninggal di bulan Juni 2020, Riris sempat down. Namun, tak lama kemudian Riris mencoba bangkit, dan menyambut ajakan seorang teman melakukan scale up bisnis.

Teman itu menyodorkan proposal kolaborasi crowdfunding ( sebuah metode untuk meningkatkan modal melalui usaha kolektif yang berasal dari teman, keluarga, pelanggan, serta investor, red).

Dari proposal itu maka munculah PT. Hicloth Tekstil Indonesia. Akun media sosial instagram bernama hicloth_tekstil, yang terbentuk bulan Agustus 2020.

"Jadi, waktu itu ada seorang teman bernama Hidayah, menghubungi saya untuk membicarakan bisnis yang sudah dijalaninya sejak 2011. Akhirnya saya mencoba untuk bangkit menerima tawaran itu dan bersyukur dengan adanya tawaran itu,'' katanya.

Saat ini, perusahaan yang dimiliki 41 orang investor, hadir brand Hicloth dengan produk mukena sebagai penjualan terbesarnya," terangnya.

Meski mendirikan usaha di tengah pandemi Covid-19, dengan kekuatan kolaborasi, HiCloth mampu bertahan dengan baik. Meskipun secara umum kondisi perekonomian cenderung menurun.

''The show must go on, tidak ada pilihan selain terus maju dan bekerja keras menghasilkan omset dan laba yang tinggi untuk organisasi," ucapnya.

Tak hanya itu, Riris kemudian menjadi co-founder dan sekaligus co-owner PT. Digimarkom Entrepreneur Indonesia, dengan akun instagram proactive.institute di tahun 2021.

"Untuk Digimarkom, perusahaan ini fokus berjual jasa digital marketing dan creative agency, juga melayani jasa training dan konsultasi seputar UMKM dan topik ISO series," ujarnya.

Riris selalu berpikir bahwa kolaborasi adalah hal terbaik dalam mengelola sebuah bisnis, untuk menyatukan berbagai kelebihan co-partner menjadi suatu kekuatan besar dalam meraih satu visi yang sama.

Dari tulis menulis, Riris memiliki talenta mengisi dunia literasi cukup meyakinkan. Dia pernah menulis sebuah modul yang berjudul “Memasarkan Produk Secara Efektif,” untuk BEKRAF pada tahun 2019.

Di tahun yang sama, Riris juga menerbitkan buku yang berjudul “Pyongyang, Bukan Kota Biasa. Tiga Malam Ku Mencarimu,” dimana versi e-book bisa dibeli melalui Gramedia Digital. Sejak 2018-2020, Riris menulis lebih dari 35 buku antologi. Riris juga merupakan co-founder dari Komunitas Berbagi Kata untuk ikut memajukan dunia literasi di Indonesia.

"Sejak 2008, menjadi co-founder dari sebuah organisasi sosial yang fokus membantu anak-anak dan remaja dalam bidang leadership dan education, saat ini saya bermimpi agar di sisa hidup bisa memberi manfaat kepada lebih banyak orang dan meninggal dalam keadaan husnul khotimah," katanya.

Terkait dengan Tangan Di Atas (TDA), sejak tahun 2008, Riris menjadi simpatisan TDA Bekasi. Namun tahun 2012, Riris pindah menetap di Jakarta Timur dan menjadi member TDA Jakarta Timur. Kemudian hijrah ke Surabaya, kini akhirnya tahun 2021, dia bergabung dan menjadi member TDA Surabaya.

Bagi Riris bergaul dengan banyak orang itu penting. Karena menurutnya penting bergabung di banyak komunitas, dan menjadi aktivis di salah satu atau banyak komunitas tertentu. Sebab hal ini bisa menjadi modal utama meraih networking capital.

Riris menegaskan hal terpenting yang harus dibangun menjadi seorang pengusaha adalah mental kerja keras, konsisten dalam promosi marketing dan selalu menjaga integritas diri yang baik.

''Jangan pernah takut bermimpi karena mimpi itu gratis. Dan jangan pernah mengendapkan sebuah mimpi dalam pikiran saja, tapi jangan pernah ragu mengumumkan mimpi kita pada dunia, agar alam semesta bisa mendukung kita meraih semua mimpi-mimpi yang ada. Tetap semangat dan berpikir positif selalu," tandasnya.