Rizki Pam Ketua TDA Jember, Sharing Bisnis Penjualan Kue Kering Omset Miliaran

GRESIK - Komunitas Tangan Di Atas daerah (TDA) Gresik menggelar Kelompok Mentoring Bisnis (KMB Lite) mengusung tema 'Kue Rumahan Ternyata Omset Bisa Tembus Miliaran', diisi Rizki Pam, Ketua TDA Jember yang juga owner DKM Cakes & Cookies. Sharing bisnis itu dilakukan secara virtual. KMB diikuti seluruh member TDA Gresik.
Terkait strategi bisnis online kue rumahan, Rizki Pam menyampaikan sudah tidak bisa dihindari di era milenial. Terlebih di tengah pandemi dan pascapandemi COVID-19 yang terbiasa dengan menggunakan gadget. Hal ini yang menjadi peluang bisnis termasuk bisnis kuliner kelas rumahan.
Rizki membagikan pengalaman bisnis yang telah dilakukan selama kurang lebih 14 tahun berbisnis kuliner rumahan. Mulai dari Jakarta Selatan pindah ke Depok dan terakhir menetap dan berdomisili di Jember, Jawa Timur.
"Saya selalu mengotak atik cara supaya bisa eksis di dunia bisnis kuliner. Awal merintis kuliner hanya sanggup jual kue tart yang bisa diproduksi berdasarkan order. Kini sudah bertambah produksinya dengan kue-kue yang ready setiap hari," ujarnya.
Dia mengatakan, dalam bisnis yang menjadi dasar utama adalah marketing. Sebab, percuma bila membuat sebuah produk yang sempurna jika marketingnya tidak jalan.
"Dan itu juga yang sempat saya sharing dengan teman-teman TDA Gresik beberapa waktu lalu, melalui program TDA, yaitu KMB Lite. Disitu saya sedikit memberikan tips dan trik supaya bisnis kuliner rumahan bisa berjalan," terangnya.
Dia menghimbau dalam menjalankan bisnis kuliner rumahan agar memiliki beberapa produk. Sehingga memudahkan untuk menjalankan marketing tanpa bingung.
"Adapun type produk yang bisa dimiliki yaitu produk harian, produk bulanan, produk tahunan, produk dadakan, produk promo," terangnya.
Rizki menyebutkan bahwa dari 5 type produk merupakan strategi jitu untuk tetap bertahan. Strategi tersebut digunakan untuk saling melengkapi sehingga tetap eksis.
"Hanya saja effort dan konsistensinya sangat dibutuhkan untuk memakai cara tersebut. Karena biasanya kalau memakai cara ini pasti UMKM tadi bakalan punya produk tidak hanya belasan atau puluhan saja, melainkan ratusan. Bahkan ribuan produk. Dan itu yang terkadang cara ini agak susah di copy paste dan dipraktekkan. Karena memang butuh effort besar dan waktu yang tidak singkat untuk menjalankannya secara seimbang," jelasnya.
Rizki juga mengingatkan, agar tidak lupa untuk mencatat setiap pemesanan dan menyimpan identitas customer.
''Karena di bisnis online mendata customer salah satu pekerjaan wajib dan bagian dari marketing online,'' ujarnya.
