Konten Media Partner

Sempat Bangkrut, Fadhillah Ma'shum Kini Punya 3 Bidang Usaha di Mataram

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fadhilah Ma'shum owner kuliner Lalapan Kampus. (dok/pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Fadhilah Ma'shum owner kuliner Lalapan Kampus. (dok/pribadi)

MATARAM - Fadhlillah Ma'shum sejak tahun 2001 telah berkecimpung di dunia bisnis. Mulai bidang pendidikan, minimarket hingga kuliner, yang terletak di Karang Genteng, Pagutan, Mataram, Lombok.

Dia bersama dengan temannya secara nasional membentuk organisasi Forum Komunikasi Guru Bantu Indonesia (FKGBI) di seluruh Indonesia. Pada tahun 2007 memulai bisnis retail (mini market faradila). Kemudian pada 2010, memulai bisnis kuliner dengan nama Lalapan Kampus.

"Saya dipercaya sebagai ketua wilayah NTB, Alhamdulillah hampir semua teman-teman terangkat sebagai PNS. Pada tahun 2007 saya memulai bisnis retail (mini market faradila), dan pada 2010 akhir, saya memulai bisnis kuliner,'' katanya.

Awal mulanya, Fadhillah tidak memiliki pengalaman di bidang kuliner. Karena itu, bisnis kuliner itu dijalankan salah seorang temannya, pada tahun 2010.

''Tapi karena teman saya itu tidak bisa melanjutkan, maka saya melanjutkan usaha kuliner ini tanpa pengalaman apapun," jelasnya.

Lalapan Kampus.(dok/pribadi)

Fadhilah mengatakan, selain tidak memiliki pengalaman dirinya juga tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Lantaran tidak memiliki skill di kuliner. Padahal menurutnya, bisnis kuliner memiliki peluang yang sangat besar.

Sementara itu, kuliner yang terkenal dengan nama Lalapan Kampus menyediakan makanan murah untuk mahasiswa dan masyarakat. Dari semua usahanya itu, Fadhilah mengawali tanpa modal. Hanya bermodal kepercayaan.

"Awal mula saya memulai bisnis di lembaga pendidikan tidak memiliki modal. Bermodalkan kepercayaan dari teman-teman dan mentor saya," terangnya.

Suasana di Lalapan Kampus. (dok/pribadi)

Selain itu, 3 jenis bisnis yang dijalani sekarang ini tidak mulus begitu saja. Melainkan, pernah mengalami gulung tikar. Namun akhirnya bisa bangkit dan mulai bisnis kuliner.

"Saya pernah mengalami bangkrut tahun 2004 awal, sempat menggelandang di Mataram selama kurang lebih 7 bulan. Namun karena banyak teman, mentor dan sahabat saya bisa seperti sekarang," katanya.

Dia menambahkan, bahwa bisnis kuliner yang dijalani pertama kali mulai melakukan rekrutment tenaga bagian memasak dan karyawan lainya. Saat ini, Lalapan Kampus menempati tempat 2 lantai, dan tetap bersinergi dengan lembaga pendidikan.

"Jadi, kami seleksi karyawan untuk diajak kerja bersama untuk lembaga pendidikan di lantai duanya," ujarnya.

Outlet Lalapan Kampus di waktu malam.(dok/pribadi)

Dia menyebutkan Lalapan Kampus adalah Ikon Rumah makan ala cafe, yang bersih dan murah dengan harga anak kos. Rencananya, untuk mengembangkan bisnisnya akan membuka rumah makan dengan konsep lesehan.

"Saya ingin mengembangkan diri dalam bentuk lesehan, rumah makan lesehan dengan lokasi di persawahan, nuansa alam, dan membuka cabang rumah makan murah Lombok,"terangnya.

Fadhillah mengibaratkan bisnis seperti pasangan yang harus dijaga keharmonisan.

"Bisnis bagi kita itu pasangan, jadi kita harus menjaga harmonisasi dengan bisnis kita sendiri. Bisnis itu Action dan bukan hanya banyak pada perencanaan,"tambahnya.

Dia berpesan bagi pembaca yang ingin memiliki bisnis untuk terus belajar tanpa henti. Sebab, ilmu terus berkembang, dan tetaplah berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang lain.

Tak hanya itu, dia menghimbau kepada pembaca yang akan melakukan bisnis untuk bergabung dengan Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA).

"Untuk selalu bisa belajar dan belajar terus tentang ilmu bisnis. Tetaplah bersemangat, begerak dan berpikir positif," tandasnya.