Bisnis
·
25 Januari 2021 13:40

Shaiful Haq, Pemilik Sawerigading Laundry Berbagi Tips Bisnis

Konten ini diproduksi oleh TDA
Shaiful Haq, Pemilik Sawerigading Laundry Berbagi Tips Bisnis (252709)
searchPerbesar
Shaiful Haq Usman. Foto: dok
PALOPO - Pemilik Sawerigading Laundry, Shaiful Haq Usman, merupakan salah satu pengusaha sukses di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Dia bergelut bisnis laundry sejak tahun 2013 di Kota Makassar. Namun di tahun 2016, Shaiful memindahkan usahanya ke Kota Palopo lantaran belum tersedianya laundry khusus sofa, springbed, dan karpet disana.
ADVERTISEMENT
"Awalnya saya menjalankan bisnis laundry pakaian di Makassar. Setelah belajar laundry karpet, sofa, springbed, saya melihat potensi di Luwu Raya Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, dan Luwu Timur belum ada usaha laundry special. Akhirnya bulan Agustus buka Sawerigading Laundry di Kota Palopo," jelasnya.
Shaiful Haq, Pemilik Sawerigading Laundry Berbagi Tips Bisnis (252710)
searchPerbesar
Shaiful Haq Usman dan komunitas TDA. Foto: dok
Menurutnya, menjalankan bisnis baru di daerah baru, memiliki tantangan tersediri. "Awal tahun kita secara konsisten terus menerus mengedukasi masyarakat selama kurang lebih 1 tahun tentang pentingnya menjaga kebersihan karpet sofa dan springbed," jelasnya.
"Pelan-pelan masyarakat teredukasi. Sekarang, sudah banyak pelanggan dari kafe dan kantor," ungkapnya.
Setiap hari, Shaiful dibantu 6 orang pegawai. "Dulu saya cuma berdua dengan istri sekarang sudah dibantu pegawai," kenangnya.
ADVERTISEMENT
Tarif yang dia patok cukup terjangkau. Mulai Rp 50-600 ribu. "Kalau untuk harga laundry tergantung ukuran," jelasnya.
Rencananya, tahun ini dia akan membuka cabang di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Luwu Belopa dan Luwu Utara Masamba.
Tak lupa, Shaiful membagikan tips untuk menjalankan bisnis. Diantaranya membutuhkan keberanian, jangan berhenti belajar, pelan-pelan delegasikan pekerjaan, buat sistem dan SOP, uji sistem dan SOP, kemudian evaluasi.
"Untuk membesarkan bisnis butuh ilmu. Kalau sukses itu berpola, kalau gagal juga berpola. Tergantung kita bagaimana menyikapi. Kalau sudah oke, duplikasi ke cabang baru," bebernya.
Perlu diketahui, Shaiful aktif dalam komunitas Tangan Di Atas (TDA) sejak tahun 2017. Saat ini, dia menjabat sebagai ketua TDA 6.0 Luwu Raya.
ADVERTISEMENT
Selama bergabung dengan komunitas TDA, dia mendapat banyak pengalaman. Tidak hanya persoalan bisnis, tetapi juga kegiatan sosial.
" Setelah bergabung TDA banyak ilmu, banyak jaringan. Bisa belajar ternyata menjalankan bisnis itu begini. Sekarang kalau ada kendala tentang bisnis dirundingkan dengan mentor sehingga mendapatkan solusi yang tepat," ungkapnya.