Sharing Bisnis, TDA Malang Gelar Ngipok

MALANG - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Malang menggelar ngopi bersama dan sharing bisnis, pada Jumat (5/3/2021).
Kegiatan Ngopi kali ini dihadiri 30 member TDA Malang. Mayoritas yang hadir anggota baru bergabung dengan TDA di awal tahun ini,
Acara sharing dan ngopi bareng digelar di salah satu cafe milik member TDA yang terletak di Jalan Danau Kerinci P3 E24A, Kota Malang.
Acara TDA ngipok dilakukan di salah satu bisnis milik member TDA. Hal ini, guna memberikan dukungan bisnis pada sesama komunitas dan membeli produk. Nantinya kegiatan ini akan dilakukan secara bergantian.
Ketua TDA Malang 6.0, Sam Cakra Negara mengenalkan tentang value TDA khususnya Silaturahmi.
"Jika ingin mendapatkan manfaat maksimal dari komunitas TDA ini, maka aktiflah untuk bersilaturahmi ke bisnis atau rumah teman anggota TDA lainnya. Kalau perlu ikut jadi Pengurus TDA juga agar mendapatkan manfaat paling maksimal dari komunitas," terang Sam Cakra yang juga Owner Taman Pinus Campervan Park, Batu.
Selanjutnya, sharing bisnis diisi Hegi Harjoyo owner Bu.Mi. Cafe menceritakan tentang perjalanan pekerjaannya, mulai di perusahaan multinasional. Hingga akhirnya memutuskan untuk resign dan mulai membangun bisnis sendiri.
Awal Merintis usaha dia membuka bisnis kuliner dengan nama produk best dough, salah satu kuliner roti sobek premium di kota Malang. Bisnis miliknya mulai berkembang kemudian membuka outlet kedua.
Banyak tantangan yang harus dijalani menjadi pengusaha kuliner. Terlebih, Hegi berawal dari karyawan di salah satu perusahaan.
Kendati demikian, banyak manfaat yang diperoleh ketika dia membuka usaha sendiri. Salah satunya sistem manajemen bisnis. Dia menambahkan, lebih memilih bisnis roti premium dan cafe yang murah meriah di tengah pandemi.
"Di saat pandemi seperti ini kalau bikin bisnis jangan nanggung. Buat bisnis untuk market premium sekalian atau yang murah sekalian."bebernya.
Sementara itu, market premium tidak terlalu terdampak dengan adanya pandemi ini.
"Namun di market middle low banyak yang terdampak, sehingga tingkat daya beli menurun. Makanya sekalian aja bikin bisnis yang murah sekalian,"tandasnya. Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.
