Singkong Kampung Tembus Dunia, TDA Salatiga Dorong UMKM Go Global
·waktu baca 4 menit

Salatiga – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Salatiga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan seminar inspiratif bertajuk “Singkong Kampung Tembus Dunia” pada 4 Oktober 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Salatiga ini dihadiri Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Salatiga, anggota TDA, serta puluhan pelaku usaha lokal yang antusias memperluas wawasan seputar potensi ekspor produk lokal.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Bastian Turidobroto, praktisi sekaligus Tenaga Teknis FTA Support Center Semarang, serta Toni Anandya Wicaksono, pendiri Argotelo Singkong Keju Salatiga.
Keduanya membagikan pengetahuan dan pengalaman berharga: Bastian menyoroti strategi perdagangan internasional dan kesiapan ekspor, sementara Toni mengisahkan perjalanan inspiratif membangun usaha singkong lokal hingga menembus pasar global.
Bastian Turidobroto: Singkong, Pangan Lokal Berpotensi Global
Dalam sesi pemaparan, Bastian menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap perubahan tren global di bidang pangan dan energi.
“Dunia saat ini menghadapi tantangan besar, karena bumi semakin kesulitan menyediakan pangan yang cukup untuk seluruh penghuninya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting dalam penyediaan pangan alternatif, salah satunya melalui singkong (cassava). Komoditas ini mampu diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, seperti tepung mocaf, pakan ternak, bioetanol, hingga bahan pangan olahan yang siap diekspor.
Sebagai contoh, manioc—produk turunan singkong—telah diekspor ke Inggris sebagai bahan pakan ternak. “Singkong bisa menjadi komoditas global jika dikelola dengan inovasi dan strategi pemasaran yang tepat,” tegasnya.
Lima Tantangan Utama UMKM Menuju Pasar Ekspor
Bastian turut menguraikan sejumlah tantangan yang sering dihadapi UMKM ketika hendak menembus pasar ekspor, di antaranya:
1. Legalitas usaha – Penting memiliki badan hukum resmi seperti CV atau PT.
2. Kapasitas produksi – Konsistensi kualitas menjadi kunci meskipun produksi masih skala kecil.
3. Promosi dan jejaring – Mengikuti pameran, business matching, dan menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah.
4. Validasi buyer – Mengecek keabsahan buyer luar negeri melalui Atase Perdagangan (Atdag) atau Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).
5. Sistem pembayaran aman – Gunakan Letter of Credit (LC) atau transfer bank resmi untuk menghindari risiko penipuan.
Bastian juga mengingatkan bahwa pelaku UMKM dapat memanfaatkan layanan konsultasi gratis di FTA Support Center guna memahami pasar negara mitra dan peluang ekspor yang relevan.
Toni Anandya Wicaksono: Dari Singkong Keju ke Wisata Edukasi
Sesi berikutnya menghadirkan kisah inspiratif dari Toni Anandya Wicaksono, pendiri Argotelo Singkong Keju Salatiga, yang sukses membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Toni memulai usahanya pada 2016, di tengah kondisi keuangan keluarga yang sulit. Dengan tekad kuat dan waktu terbatas tiga bulan dari sang istri untuk membuktikan keberhasilan usahanya, Toni mulai belajar pemasaran digital secara otodidak.
“Kalau ingin maju, kita tidak bisa hanya menjual di sekitar rumah. Harus berani belajar digital marketing, karena pasar online itu luas,” ungkapnya.
Ketika pandemi Covid-19 membuat banyak usaha gulung tikar, Argotelo justru tumbuh pesat berkat pemasaran daring. Toni kemudian memperluas jangkauan bisnisnya melalui kerja sama dengan kafe, promosi lintas kota, dan pembangunan sistem bisnis yang berkelanjutan.
Inovasi: Dari Kuliner ke Wisata Edukasi
Untuk menciptakan nilai tambah, Toni meluncurkan Wisata Edukasi Argotelo, yang tidak hanya menyajikan singkong keju, tetapi juga memberikan edukasi tentang proses pengolahan singkong dan inovasi pangan lokal.
Melalui wisata ini, Argotelo membuka lapangan kerja baru, memberikan peluang bagi UMKM sekitar, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Salatiga.
“Dengan wisata edukasi, brand kita tidak hanya dikenal karena produknya, tapi karena value yang kita berikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ekspor Bukan Mimpi: UMKM Harus Berani Melangkah
Toni menegaskan bahwa ekspor bukan hal menakutkan bagi pelaku UMKM. “Kita harus berani mencoba, karena pasar di luar negeri jauh lebih luas,” katanya.
Pertemuannya dengan praktisi ekspor seperti Bastian membuatnya yakin bahwa produk sederhana seperti singkong keju bisa menembus pasar internasional jika dikelola dengan profesional.
Antusiasme Peserta: UMKM Salatiga Siap Go Global
Seminar berjalan interaktif, dengan peserta aktif bertanya seputar cara mencari buyer luar negeri, mekanisme pembayaran aman, hingga legalitas ekspor produk lokal.
Banyak pelaku UMKM mengaku mendapatkan inspirasi baru bahwa produk sederhana seperti singkong memiliki potensi ekspor tinggi jika dikemas dan dipasarkan dengan tepat.
Komitmen TDA: Perkuat Ekosistem UMKM Salatiga
Melalui seminar “Singkong Kampung Tembus Dunia”, Komunitas TDA Salatiga berharap bisa menjadi pemantik lahirnya lebih banyak pengusaha lokal yang berani membawa produk Indonesia ke kancah global.
“TDA akan terus bersinergi dengan Dinas Perdagangan dan pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem bisnis UMKM,” ujar panitia.
Dengan dukungan kolaboratif, produk lokal seperti singkong diyakini mampu menjadi komoditas unggulan ekspor yang mengharumkan nama bangsa di dunia internasional.
