Konten Media Partner

Sulap Jajanan Tradisional Jadi Kekinian, Mabrur Tahing Kenalkan Jalkot Anbiya

TDAverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mabrur Tahing. Foto: dok
zoom-in-whitePerbesar
Mabrur Tahing. Foto: dok

PALOPO - Mabrur Tahing merupakan pengusaha kuliner di Palopo. Dia menjual makanan ringan khas Sulawesi, jalangkote, dengan brand Jalkot Anbiya.

Dengan memproduksi Jalkot Anbiya, dia ingin membuat kuliner lokal dan tradisional ini menjadi sesuatu yang lebih kekinian.

Satu kotak Jalkot Anbiya berisi 10 jalangkote yang dibandrol dengan harga Rp 34 ribu. Setiap jalangkote berisi potongan ubi jalar, wortel, telur rebus, daun seledri, dan bihun.

Jalkot Anbiya. Foto: dok

Sejak tahun 2018, Mabrur memproduksi Jalkot Anbiya dengan konsep ghost kitchen, merujuk pada bisnis kuliner yang memproduksi makanan tetapi tidak memiliki dapur atau restoran sendiri. Maka, dia banyak mengandalkan pemasaran online untuk menjual produknya.

Saat ini, dia telah memiliki satu outlet Jalkot Anbiya. Ke depannya, dia ingin membuka cabang di tempat lain. "Tentunya ke depan kami mempersiapkan diri untuk berkembang. Insya Allah kita berusaha untuk membuka cabang supaya kita lebih mudah diakses dan lebih dekat dengan pelanggan kita," harapnya.

Perlu diketahui, Mabrur merupakan member komunitas Tangan Di Atas (TDA) sejak tahun 2021.

Di TDA, dia mengaku mendapat manfaat, mulai dari jaringan bisnis, mentor bisnis, dan ilmu bisnis. "Alhamdulillah manfaatnya terasa sekali. Banyak ilmu dan referensi bisnis dari teman-teman TDA," ujarnya.