Konten Media Partner

Sutra Hidayat, Penggagas Aplikasi Belanja Sayur Pertama di Bengkulu

TDAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Belanja lewat aplikasi Kupesan. Foto: dok
zoom-in-whitePerbesar
Belanja lewat aplikasi Kupesan. Foto: dok

BENGKULU - Sutra Hidayat merupakan pemilik Kupesan, aplikasi belanja sayur dan produk UMKM pertama di Kota Bengkulu. Dia mendirikan Kupesan sejak tahun 2019, tepatnya pasca mengikuti sebuah inkubator bisnis.

Dia mengatakan, membuat aplikasi tersebut lantaran melihat berbagai macam persoalan di pasar tradisional yang tidak teratur, kotor, dan keluhan pedagang yang omzetnya terus mengalami penurunan.

"Kebutuhan dapur adalah kebutuhan pokok harian yang semua orang membutuhkan. Namun di samping itu, mereka (pembeli) juga butuh kemudahan dalam belanja produk sayur yang segar dan bersih," bebernya.

Belanja lewat aplikasi Kupesan. Foto: dok

"Terlebih di masa pandemi ini, menjadi suatu keharusan, selain bersih, juga harus jaga jarak. Akhirnya kami membuka bisnis sayur ini melalui aplikasi," ujarnya.

Sutra gencar melakukan promosi melalui media sosial untuk mengedukasi masyarakat agar beralih belanja kebutuhan dapur dari offline ke online. Sebab, pandangan masyarakat berbelanja melalui aplikasi lebih mahal dan hanya untuk kalangan atas.

"Ini merupakan bisnis kekinian tanpa modal namun perlu terus memberikan edukasi ke masyarakat. Selain itu, bisnis ini tanpa budget iklan facebook ads, instagram ads. Tetapi kami terus berproses dan belajar mulai dari cara mempelajari jenis sayur, memilih sayur, buah, dan ikan yang segar," jelasnya.

Kendala yang dia hadapi ada berbagai macam. Mulai dari rugi karena bahan yang dibeli rusak, layu, hingga berat barang kurang dari seharusnya. Kemudian, keluhan dari pembeli dia jadikan evaluasi.

"Sempat down karena jauh dari harapan usaha akan berjalan lancar, karena cost yang dikeluarkan tidak berbanding lurus dengan income," bebernya.

Namun, pandemi 2020 membawa harapan baru. "Omzet kembali naik. Tiba-tiba orang pada takut belanja ke pasar sehingga kesempatan itu membawa brand Kupesan naik," ujarnya.

Selain itu, jumlah penguna aplikasi Kupesan meningkat. Bahkan, dia beberapa kali diundang media lokal baik cetak, online, radio, atau TV untuk promosi Kupesan.

"Akhirnya kami kembangkan aplikasi ini menjadi marketplace produk UMKM Bengkulu bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Bengkulu, komunitas UMKM, dan saat ini mitra yang mendaftar di aplikasi sudah 200 UMKM," imbuhnya.

Kini, Kupesan telah memiliki kantor yang representatif dengan legalitas lengkap di bawah bendera PT Kurnia Persada Agrinusa.

"Selain itu, kemasan produk sudah bagus, produk sudah bersih, armada motor sudah menggunakan box motor khusus, dan pengguna aplikasi sekarang hampir 2000 user," bebernya.

Kupesan juga dalam tahap pengembangan hingga ke luar Kota Bengkulu. "Target tahun ini juga membuka gerai freshmart pertama di Bengkulu," pungkasnya.