Talkshow Business: Success Story, Pengusaha Ungkap Strategi Mengembangkan Bisnis

Surabaya - Sejumlah pelaku usaha membagikan pengalaman dan strategi mengembangkan bisnis melalui talkshow Business: Success Story di Ballroom Mercure Surabaya. Diskusi ini membahas cara membaca peluang pasar, membangun diferensiasi produk, memanfaatkan pemasaran digital, hingga mengevaluasi sumber pendapatan untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
Talkshow tersebut merupakan rangkaian acara Mukernas TDA 9.0. Hadir sebagai narasumber Retno Puji Lestari dari Halana Group, Shelma Ayu Desearsa selaku CEO Sheriz Beauty, serta M. Hadiyatullah selaku CEO Brighty/Hegemoni Group. Diskusi dipandu Arif Wicaksono, Chief Martech 9.0, sebagai moderator.
Salah satu pembahasan utama adalah cara menemukan peluang baru dan menentukan strategi pemasaran yang tepat. M. Hadiyatullah menekankan bahwa produk merupakan inti dari aktivitas pemasaran.
Menurutnya, pelaku usaha perlu menemukan peluang dari kanal pemasaran baru, kemudian melakukan validasi untuk memastikan potensi peluang tersebut sebelum mengembangkan strategi lebih lanjut.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pemasaran bukan sekadar aktivitas menjual produk. Pelaku usaha juga perlu memahami potensi produk dan menemukan saluran yang tepat untuk menjangkau konsumen.
Dari sisi pengembangan produk, Retno Puji Lestari dari Halana Group membagikan pengalamannya dalam menentukan segmen pasar. Pada awalnya, ia menjual produk yang ditujukan untuk semua orang. Setelah satu tahun, ia mencoba meluncurkan produk dengan segmen pasar yang lebih spesifik atau niche.
Retno meyakini, semakin spesifik produk yang dikembangkan, semakin sulit produk tersebut ditiru kompetitor. Fokus pada segmen tertentu dapat menjadi strategi untuk membangun diferensiasi sekaligus memperkuat posisi produk di pasar.
Strategi tersebut menunjukkan pentingnya memahami kebutuhan konsumen secara mendalam, alih-alih sekadar berusaha menjangkau pasar seluas mungkin.
Sementara itu, Shelma Ayu Desearsa, CEO Sheriz Beauty, menyoroti peluang yang dapat muncul dari setiap produk serta pentingnya membaca momentum perkembangan platform digital.
Ia menyinggung momentum pada 2021 terkait pemanfaatan TikTok sebagai kanal pemasaran. Salah satu strategi untuk memperluas jangkauan pemasaran adalah affiliate marketing, yakni melibatkan afiliator untuk mempromosikan produk kepada calon konsumen.
Pemanfaatan afiliasi dapat membantu pelaku usaha memperluas distribusi informasi produk dan menjangkau audiens melalui berbagai jaringan pemasaran digital. Pengalaman tersebut menegaskan pentingnya mengenali perubahan perilaku konsumen dan memanfaatkan platform yang sesuai dengan target pasar.
Selain strategi pemasaran, M. Hadiyatullah menekankan pentingnya mengevaluasi sumber pendapatan ketika omzet bisnis belum mencapai target.
Menurutnya, pelaku usaha perlu menelusuri sejumlah faktor yang memengaruhi pendapatan, mulai dari produk, stock keeping unit (SKU), kanal penjualan, hingga area pemasaran.
Evaluasi dilanjutkan dengan mengidentifikasi faktor yang benar-benar mendorong pertumbuhan pendapatan. Pelaku usaha perlu mengetahui apakah kenaikan omzet berasal dari peluncuran produk baru atau peningkatan penjualan produk yang sudah ada.
Dengan memahami sumber pertumbuhan tersebut, pelaku usaha dapat menentukan strategi pengembangan yang lebih terarah dan memprioritaskan peluang yang berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap bisnis.
Melalui talkshow Business: Success Story, para narasumber berbagi perspektif bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh upaya meningkatkan penjualan, tetapi juga oleh ketepatan mengembangkan produk, membaca peluang pasar, memilih kanal pemasaran, dan mengevaluasi sumber pendapatan.
Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pelaku usaha untuk menyusun strategi pertumbuhan yang lebih terukur, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
