Konten Media Partner

TDA 9.0 Perkuat Peran sebagai Penghubung Pengusaha dan Pemerintah

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

TDA ingin membawa pengalaman dan kebutuhan pengusaha dari berbagai daerah ke ruang dialog dengan pemerintah untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan Indonesia.

TDA 9.0 Perkuat Peran sebagai Penghubung Pengusaha dan Pemerintah
zoom-in-whitePerbesar

JAKARTA - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) ingin memperkuat perannya sebagai penghubung antara pengusaha dan pemerintah. Pengalaman dan kebutuhan pengusaha di berbagai daerah diharapkan semakin mendapat ruang dalam pembahasan kewirausahaan.

Arah tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Kick-Off TDA 9.0 yang digelar secara daring pada Minggu, 9 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti 388 peserta yang terdiri atas pengurus pusat, wilayah, daerah, dan member TDA dari berbagai wilayah Indonesia.

Presiden TDA 9.0 Ferdian Brillian mengatakan, kepengurusan baru TDA tidak dimulai dari awal. Mereka melanjutkan fondasi yang telah dibangun selama perjalanan komunitas.

“Kita tidak memulai dari nol. Kita melanjutkan estafet pelayanan komunitas pengusaha TDA,” kata Ferdian.

Salah satu arah utama TDA 9.0 adalah membuat manfaat komunitas semakin terasa bagi pengusaha. TDA membawa pesan utama “Menjadi pengusaha terasa lebih mudah karena ada TDA.”

Artinya, TDA tidak hanya ingin dikenal karena banyaknya kegiatan. TDA ingin membantu pengusaha mendapatkan akses belajar, mentor, jaringan, kolaborasi, serta kesempatan untuk mengembangkan bisnis.

Membawa Masalah Pengusaha ke Ruang Dialog

TDA melihat pengusaha di lapangan menghadapi kebutuhan yang berbeda-beda. Pengusaha yang baru memulai membutuhkan ilmu dan pendampingan. Pengusaha yang sedang berkembang membutuhkan jaringan dan peluang bisnis. Sementara pengusaha yang sudah lebih maju dapat berkontribusi dengan membagikan pengalaman dan membantu pengusaha lainnya.

Pengalaman seperti inilah yang ingin semakin dihimpun dan dibawa TDA dalam dialog bersama pemerintah dan pemangku kepentingan.

TDA tidak memosisikan diri sebagai pembuat kebijakan. TDA ingin menjadi mitra dialog pemerintah, khususnya dengan membawa pengalaman nyata pengusaha dari berbagai daerah sebagai masukan dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan.

Dalam tiga tahun kepengurusan TDA 9.0, dialog dengan pemerintah menjadi salah satu agenda yang akan diperkuat. Agenda tersebut berjalan bersama peningkatan partisipasi anggota dan regenerasi pengusaha muda.

Media Jadi Jembatan Suara Pengusaha

Untuk memperkuat arah tersebut, TDA 9.0 juga menempatkan komunikasi dan media sebagai bagian penting dari strategi organisasi.

Arif Wicaksono Pramunagoro, sebagai Chief Marketing, Media & Technology TDA 9.0, akan mengembangkan fungsi marketing, media, konten, serta teknologi agar cerita dan persoalan pengusaha dari berbagai daerah semakin mudah diketahui publik dan pemangku kepentingan.

Media tidak hanya akan digunakan untuk memberitakan kegiatan TDA. TDA ingin lebih banyak menghadirkan cerita mengenai pertumbuhan usaha, tantangan pengusaha, peluang kolaborasi, praktik bisnis yang baik, hingga perkembangan kewirausahaan di daerah.

Dengan jaringan anggota yang tersebar di berbagai wilayah, TDA memiliki kesempatan untuk membawa semakin banyak perspektif pengusaha dari lapangan ke tingkat nasional.

Bagi Pengurus Komunitas TDA 9.0, ukuran keberhasilan tidak cukup dilihat dari banyaknya kegiatan atau publikasi. Yang lebih penting adalah apakah keberadaan komunitas benar-benar membantu pengusaha tumbuh dan apakah pengalaman mereka semakin didengar oleh pihak-pihak yang ikut menentukan arah ekosistem kewirausahaan Indonesia.