Konten Media Partner

TDA Banjarmasin Gelar Ngobis Bertema “Ngobrolin AI untuk Bisnis” di Nutrihub

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Banjarmasin Gelar Ngobis Bertema “Ngobrolin AI untuk Bisnis” di Nutrihub
zoom-in-whitePerbesar

Banjarmasin – Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Banjarmasin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi pelaku usaha di era digital. Melalui program Ngobis (Ngobrolin Bisnis) bertema “Ngobrolin AI untuk Bisnis”, kegiatan ini digelar di Nutrihub Banjarmasin pada Rabu (24/09/2025).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemantik inspiratif, di antaranya Rizky Cipta, Fajar Rizkiman, dan Firman Hikmatullah. Turut hadir pula Ketua TDA Banjarmasin Arif Rahman, perwakilan TDA Banjarbaru, TDA Wilayah Kalsel-Teng, Nutrihub (PT Nutrifood) selaku kolaborator kegiatan, serta peserta dari kalangan anggota TDA dan masyarakat umum.

Acara dibuka dengan sambutan dari Arif Rahman yang menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), dalam dunia bisnis saat ini.

“Mengingat pentingnya para pengusaha untuk bisa adaptif di era perubahan teknologi, khususnya dengan hadirnya AI, maka kegiatan ini menjadi sarana belajar bersama dan saling berbagi pengalaman,” jelas Arif Rahman.

Usai sambutan, pihak Nutrihub memaparkan profil perusahaan, produk, serta fasilitas kolaborasi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Agenda berikutnya diisi dengan sesi internal TDA mengenai persiapan menuju dua dekade TDA, diselingi dengan ice breaking untuk mencairkan suasana.

Pada sesi inti Ngobrolin AI untuk Bisnis, para pemantik mengulas peran dan peluang AI (Artificial Intelligence) dalam mendukung efisiensi bisnis, mulai dari perencanaan, produksi, pemasaran, hingga evaluasi kinerja.

Divisi Edukasi Bisnis TDA Banjarmasin, Ahmad Mujahid, menegaskan bahwa penggunaan AI tidak hanya terbatas pada satu divisi, melainkan dapat menjadi alat bantu (tools) dalam berbagai aspek bisnis sehari-hari.

“AI untuk bisnis masih sangat luas dan terus berkembang. Karena itu, penting bagi kita untuk terus membuka wawasan dan mengikuti perkembangan agar bisa memaksimalkan potensi bisnis dan diri sendiri,” ujarnya.

Ahmad juga menambahkan bahwa meskipun AI memberikan banyak kemudahan, penggunaannya harus tetap mempertimbangkan etika dan dampaknya terhadap manusia, agar teknologi benar-benar menjadi solusi, bukan ancaman.