Konten Media Partner

TDA Banjarmasin Gelar Webinar 'Lead Self Lead Others' Bareng Coach Arif Rahman

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Banjarmasin Gelar Webinar 'Lead Self Lead Others' Bareng Coach Arif Rahman
zoom-in-whitePerbesar

Banjarmasin – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Banjarmasin sukses menggelar webinar bertajuk “Lead Self Lead Others” pada Senin malam (9/6/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom, mulai pukul 20.00 hingga 21.00 WITA.

Webinar ini menghadirkan Coach Arif G. Rahman Saleh, S.Psi., MBA sebagai narasumber utama. Acara dipandu oleh Lestari Eka Kusumawati, S.E., selaku Kepala Divisi TDA Perempuan Banjarmasin, serta didukung oleh Ilham sebagai ketua pelaksana, Bang Rijal, dan Arif Rahman, Ketua TDA Banjarmasin 6.0.

Dalam keterangannya kepada media, Ketua TDA Banjarmasin, Arif Rahman, menjelaskan bahwa webinar ini merupakan bagian dari program kerja edukatif yang dirancang untuk mendukung pengembangan bisnis para anggota TDA.

“Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh moderator, dilanjutkan sambutan dari Ketua TDA Banjarmasin, lalu masuk ke sesi utama yakni pemaparan materi dari Coach Arif yang sangat inspiratif. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama,” ungkap Arif.

Ia menambahkan, tema “Lead Self Lead Others” dipilih agar para peserta mampu mengenali dan memaksimalkan potensi diri sebelum memimpin orang lain.

“Harapan kami, para anggota TDA Banjarmasin dapat menambah wawasan dan ilmu yang bermanfaat untuk menunjang perkembangan usaha masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arif menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti di webinar saja. Akan ada sesi sharing lanjutan secara offline yang akan membahas lebih dalam mengenai potensi dan peran individu dalam organisasi atau bisnis.

“Kadang, bukan orangnya yang perlu diperbaiki, melainkan peran yang harus disesuaikan. Banyak orang terlihat tidak maksimal bukan karena tidak kompeten, tapi karena tidak berada di zona kekuatannya,” tutup Arif.