TDA Bekasi Bahas Strategi Bisnis di Tengah Perang dan Harga Naik
·waktu baca 2 menit

Bekasi - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) daerah Bekasi menggelar Market Potential yang dikemas dalam acara silaturahmi di Djaman Doeloe by Sheraton Bekasi pada 18 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha, profesional, dan komunitas entrepreneur untuk membahas peluang pasar di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis. Acara tersebut mengusung tema Menggali Potensi di Tengah Situasi Perang dan Kenaikan Harga.
Forum Bisnis Bahas Peluang Pasar 2026
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor bisnis, mulai dari industri, perdagangan, digital marketing, hingga investasi. Salah satu narasumber, M. Hidayatullah selaku Founder Brighty dan praktisi bisnis e-commerce, menekankan pentingnya memahami target pasar sebelum membangun merek.
“Untuk upgrade brand harus tahu marketnya ke siapa dulu,” ujarnya.
Menurutnya, strategi branding akan lebih efektif jika sebuah bisnis memahami kebutuhan konsumen yang dituju.
Sementara itu, Mustofa Romdloni selaku CEO Zenith Material menyampaikan bahwa tantangan ekonomi justru bisa menjadi momentum untuk memperkuat daya saing usaha. Menurutnya, pelaku bisnis perlu berani berinovasi dan meningkatkan efisiensi agar tetap relevan di pasar.
Peserta Dapat Insight dan Perluas Jaringan
Selanjutnya, Jaenal Gufron yang dikenal sebagai praktisi saham menilai kondisi ekonomi global perlu disikapi dengan literasi keuangan yang baik. Ia mengajak para pelaku usaha untuk tidak hanya fokus pada bisnis utama, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan aset dan investasi jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan insight mengenai strategi bertahan, membaca perubahan pasar, serta peluang pengembangan usaha di tahun 2026. Tak hanya itu, peserta juga dapat memperluas jaringan, memperoleh wawasan baru, serta lebih siap menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang bisnis di masa mendatang.
