Konten Media Partner

TDA Bersama Openlabs Bahas Peran Brand Aggregator Tumbuhkan Geliat Bisnis UMKM

TDAverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA bersama Openlabs bahasa pasar UMKM.dok
zoom-in-whitePerbesar
TDA bersama Openlabs bahasa pasar UMKM.dok

JAKARTA - Semakin terbukanya akses internet secara merata memberikan dampak positif yang nyata ke masyarakat, terutama bagi mereka yang berbisnis dalam skala UMKM melalui platform e-commerce.

Pandemi pun mengubah pola pembelian menjadi serba online, dan pada akhirnya membuat bisnis-bisnis UMKM ini dapat berkembang pesat.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, tercatat ada kurang lebih 64 juta UMKM yang secara kolektif telah menyumbang sekitar 61% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dari jumlah UMKM tersebut, sekitar 14 juta telah bermigrasi ke platform e-commerce, dan sebanyak 330 juta lainnya diharapkan dapat turut berkembang dan bertransformasi secara digital di masa depan.

Potensi besar tersebut ditangkap Open Labs dalam inisiatifnya menumbuhkan geliat para pelaku bisnis UMKM untuk menggerakkan bisnisnya menjadi bisnis yang dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.

Open Labs menyiapkan program ketersediaan dana sebesar Rp1,4 triliun (USD 100 Juta) untuk diinvestasikan ke bidang usaha berskala UMKM yang berpotensi besar untuk berkembang, membantu bisnis online mereka untuk kemudian tumbuh, memiliki skala operasional, sekaligus menjadikan brand bisnis mereka menjadi brand konsumen terkemuka.

Pada umumnya, bisnis UMKM yang berbasis online dimulai dengan pengelolaan operasional yang cukup sederhana. Namun seringkali seiring dengan bertumbuhnya bisnis terutama dalam hal volume permintaan dan ruang lingkup, kompleksitas operasionalnya pun makin besar.

Para pebisnis ini pun dihadapkan dengan berbagai tantangan misal kebutuhan modal kerja, cara mendapatkan sumber pasokan produk yang terukur, rentang produk yang akurat, strategi pengembangan dan pemasaran brand, supply chain, dan masih banyak lagi.

Sebagai brand aggregator, Open Labs hadir menjadi solusi bagi semua tantangan yang dialami oleh para pebisnis, yang seringnya kewalahan sebagai single-fighter.

Dengan ketersediaan dana investasi yang besar, Open Labs dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan pebisnis. Open Labs juga memiliki sumber daya tenaga ahli di berbagai aspek operasional dan regulasi bisnis penjualan online yang tepat untuk mengisi kekosongan masalah operasional sekaligus melengkapi keunggulan dari portofolio brand-nya.

Open Labs memiliki sejumlah persyaratan yang ditetapkan untuk perusahaan-perusahaan yang ingin mendapatkan dana di antaranya omzet per tahun di atas Rp3 miliar, kinerja bisnis yang terus bertumbuh, profit dalam skala positif, dan jadi salah satu market leader dalam kategorinya di marketplace.

Model bisnis yang diajukan Open Labs adalah akuisisi 51% yang menempatkan Founder bisnis sebagai partner. Atau akusisi 100% yang menempatkan Founder bisnis agar dapat memfokuskan dirinya membangun bisnis di hal lain.

Untuk tahapan proses menjadi partner Open Labs, prosesnya diklaim lebih cepat dan mudah. Dalam kurun waktu satu minggu setelah penyerahan data perusahaan lengkap, calon partner brand akan langsung mendapat konfirmasi ya atau tidak dari Open Labs.

Setelah itu akan berlangsung proses audit yang memakan waktu selama enam minggu, dan dua minggu terakhir berupa tanda tangan perjanjian dan transfer pembayaran.

Open Labs kini masih mencari berbagai brand UMKM potensial sebagai partner untuk dikembangkan bisnisnya dan bertumbuh bersama. Jika Anda merupakan Founder brand yang tertarik untuk bekerja sama, cek website openlabs.id atau hubungi partnership@openlabs.id untuk ajukan langsung brand Anda.

Jangan lupa, cek akun media sosial Open Labs di Instagram di @openlabs.id, LinkedIn Open Labs (Brand Aggregator), atau kanal Youtube Open Labs untuk kenal lebih jauh dengan Open Labs!