Konten Media Partner

TDA Ciamis Gelar Belajar Fikih Muamalah Batch 2 untuk Perkuat Bisnis Syariah

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Ciamis Gelar Belajar Fikih Muamalah Batch 2 untuk Perkuat Bisnis Syariah
zoom-in-whitePerbesar

Ciamis - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Ciamis kembali menggelar kegiatan belajar bersama yang berfokus pada penguatan praktik bisnis syariah. Program bertajuk TDA Ciamis Belajar Fikih Muamalah Batch 2: Menata Bisnis Sesuai Syariah ini berlangsung di Masjid Al Barkah Cimamut, Ciamis, Selasa (16/12/2025), mulai pukul 13.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi lanjutan dari program sebelumnya yang mendapat respons positif dari anggota. Melalui forum belajar tersebut, TDA Ciamis mendorong para pelaku usaha agar mampu menata bisnis secara berkelanjutan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariah.

Antusiasme Anggota dari Beragam Latar Usaha

Ketua TDA Ciamis, Andi Rustaman, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 14 anggota yang berasal dari berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner rumahan, perdagangan, hingga jasa. Meski memiliki latar belakang bisnis yang berbeda, para peserta membawa kegelisahan yang hampir serupa dalam menjalankan usahanya.

“Bagaimana menjalankan usaha yang terus bertumbuh tanpa keluar dari rambu-rambu syariah. Di titik inilah forum belajar fikih muamalah terasa relevan,” jelas Andi.

Ia menambahkan, forum ini menjadi ruang diskusi yang aman bagi anggota untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memperdalam pemahaman terkait praktik bisnis yang sesuai dengan nilai Islam.

Praktik Fikih Muamalah dalam Aktivitas Sehari-hari

Dalam kegiatan tersebut, TDA Ciamis menghadirkan Bagus, Owner Cobek Beti, sebagai pemateri. Ia dikenal konsisten menerapkan prinsip syariah dalam bisnis yang dijalaninya. Materi yang disampaikan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan langsung menyentuh praktik keseharian pelaku usaha.

Kang Bagus, sapaan akrabnya, mengajak peserta membedah berbagai contoh konkret, seperti penggunaan akad dalam jual beli, cara bertransaksi yang benar, hingga etika berinteraksi dengan pelanggan dan mitra usaha.

“Beberapa contoh kasus yang dekat dengan realitas anggota membuat diskusi terasa membumi dan mudah dicerna,” ujarnya.

Menjadikan Bisnis sebagai Jalan Ibadah

Kegiatan ini dirancang agar fikih muamalah tidak hanya dipahami secara konsep, tetapi benar-benar dijadikan pedoman dalam menjalankan usaha. Menurut Andi, bisnis dalam perspektif Islam tidak semata aktivitas ekonomi, melainkan juga memiliki dimensi ibadah yang sering terlupakan ketika target omzet menjadi fokus utama.

“Kami ingin anggota TDA Ciamis tumbuh secara bisnis, tetapi tetap berada di koridor syariah. Ketika fikih muamalah dipahami, pelaku usaha bisa bekerja dengan lebih tenang. Bukan hanya mengejar profit, tetapi juga keberkahan,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk membantu pelaku usaha menghindari praktik transaksi yang meragukan secara syariah. Hal tersebut, kata dia, kerap terjadi bukan karena kurangnya niat baik, melainkan akibat keterbatasan pengetahuan.

Melalui program Belajar Fikih Muamalah Batch 2 ini, nilai kehati-hatian dan keberkahan diharapkan semakin menguat dalam aktivitas bisnis anggota. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan berjalan rutin sebagai bagian dari komitmen TDA Ciamis dalam membangun ekosistem usaha yang sehat.

“TDA Ciamis berharap forum ini menjadi ruang bertumbuh yang utuh. Anggota tidak hanya naik kelas dari sisi omzet, tetapi juga dalam nilai, sikap, dan akhlak saat menjalankan usaha. Sebab, pada akhirnya, bisnis yang baik bukan hanya yang besar, tetapi juga yang membawa kebaikan,” pungkasnya.