TDA Ciamis Gelar KUBIS, Praktisi Kuliner Bagikan Pengalaman Membangun Bisnis

Ciamis - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Ciamis mendapat kesempatan belajar langsung dari praktisi bisnis kuliner. Melalui program Kunjungan Bisnis (KUBIS), mereka berdiskusi mengenai pengalaman membangun usaha, menghadapi tantangan, hingga memperluas peluang kolaborasi.
Kegiatan berlangsung di Warung Sate Ciamis, Sabtu (11/7/2026). Selain anggota TDA Ciamis, forum tersebut juga diikuti peserta dari Tasikmalaya. Owner Warung Sate Ciamis, Kang Wawan Carwan, hadir sebagai narasumber. Acara dimulai pukul 20.26 WIB dalam suasana hangat dan penuh diskusi.
KUBIS Jadi Ruang Belajar dan Memperluas Jejaring
Ketua TDA Ciamis Andi Rustaman mengatakan, KUBIS merupakan program rutin yang dirancang sebagai sarana belajar langsung dari pelaku usaha yang telah berpengalaman. Melalui forum tersebut, anggota tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga bisa mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
“Kegiatan ini sekaligus mempertegas semangat TDA sebagai komunitas yang mendorong anggotanya untuk terus bertumbuh melalui budaya belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi,” jelasnya.
Menurut Andi, kehadiran anggota TDA Ciamis dan TDA Tasikmalaya dalam satu forum juga menjadi momentum memperluas jejaring sekaligus memperkuat ekosistem pengusaha lokal agar berkembang bersama.
“TDA bukan sekadar tempat berkumpul. Di sini kita saling belajar, saling menguatkan, dan bertumbuh bersama. Harapannya, setiap KUBIS menjadi ruang untuk membawa pulang inspirasi sekaligus solusi yang bisa diterapkan di bisnis masing-masing,” ujarnya.
Berbagi Pengalaman Menghadapi Pasang Surut Usaha
Dalam sesi berbagi, Kang Wawan menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari skala kecil saat masih bekerja sebagai karyawan. Berbekal proses belajar yang panjang dan pengalaman menghadapi pasang surut usaha, ia berhasil mengembangkan bisnis kuliner hingga memiliki tiga cabang, yakni Warung Sate Ciamis, Warung Sate Banjar, dan Warung Sate Lanud.
Salah seorang peserta kemudian menanyakan pelajaran terbesar dari bisnis yang pernah berhenti beroperasi. Menjawab pertanyaan tersebut, Kang Wawan menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perubahan serta keberanian mengambil keputusan ketika menghadapi tantangan usaha.
Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan yang beragam, mulai dari strategi membangun kepercayaan investor, penguatan personal branding, hingga peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga saling berbagi pengalaman dari usaha yang sedang mereka jalankan.
Usai sesi resmi berakhir, para peserta masih melanjutkan obrolan secara santai sebelum kembali ke rumah masing-masing. Momen tersebut dimanfaatkan untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus membuka peluang kolaborasi antarpelaku usaha.
