TDA dan Baznas Kalsel Jajaki Kolaborasi TDA Peduli dan Pemberdayaan UMKM

Banjarmasin - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Banjarmasin dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Selatan menjajaki kolaborasi dalam program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan di Sekretariat TDA Banjarmasin, Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin.
TDA Banjarmasin diwakili Rezky Maulana selaku Kepala Divisi Eksternal dan Muhammad Ilham selaku Sekretaris TDA Banjarmasin. Sementara Baznas Kalsel diwakili Ridho Anshori dan Ahmad Najir dari bidang/divisi Ritel dan Kemitraan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak saling memperkenalkan organisasi sekaligus membahas gambaran kegiatan dan program kerja. Dari TDA, pembahasan secara khusus diarahkan pada peluang kolaborasi melalui TDA Peduli.
Bentuk kolaborasi yang dijajaki meliputi kegiatan bersama, pengumpulan dana, hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu peluang yang dibahas adalah pengumpulan donasi dalam kegiatan TDA. Pengumpulan donasi tersebut dapat disisipkan dalam kegiatan Sertinah & Talkshow Bisnis “Jatuh Bangun Bisnis” yang dijadwalkan pada 7 Oktober 2026 di Fugo Hotel Banjarmasin.
Sertinah merupakan agenda serah terima amanah dari pengurus sebelumnya kepada pengurus baru, yang dirangkai dengan talkshow bisnis.
Dalam penjajakan tersebut, pengumpulan donasi dapat diarahkan pada sejumlah isu kemanusiaan. Beberapa contoh yang dibahas antara lain bantuan masker bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bantuan air bersih untuk wilayah yang mengalami krisis air bersih, serta santunan bagi korban musibah KMP Virgo Transport 8.
Isu-isu tersebut masih berupa opsi yang dibahas dan belum ditetapkan sebagai program penggalangan donasi bersama.
TDA juga akan mengirimkan proposal kegiatan kepada Baznas Kalsel untuk menjajaki dukungan sebagai sponsor maupun kolaborator dalam kegiatan mendatang.
Selain kolaborasi dalam kegiatan tertentu, TDA turut menawarkan sejumlah gagasan kerja sama jangka panjang.
Salah satunya berupa pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari anggota TDA untuk disalurkan kepada penerima yang berhak, seperti anak yatim dan masyarakat kurang mampu.
Ada pula gagasan program sedekah Jumat yang dapat melibatkan anggota TDA dari sektor makanan dan minuman (F&B). Dalam skema yang dibahas, pelaku usaha dapat berkontribusi melalui dana atau produk makanan, sementara Baznas berperan sebagai fasilitator penyaluran kepada penerima manfaat.
TDA dan Baznas Kalsel juga membahas peluang kolaborasi dalam program pelatihan UMKM. Kerja sama ini dapat mempertemukan jejaring pengusaha TDA dengan peran Baznas dalam pemberdayaan masyarakat.
Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk menghubungkan keterlibatan anggota TDA dalam kegiatan sosial dengan kebutuhan masyarakat.
Tindak lanjut akan dilakukan melalui komunikasi antarpihak, pengiriman proposal kegiatan, serta pembahasan teknis mengenai bentuk kolaborasi yang dapat dijalankan.
Bagi TDA Banjarmasin, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan anggota dalam kegiatan sosial sekaligus membuka peluang pemberdayaan UMKM melalui kerja sama dengan Baznas Kalsel.
