Konten Media Partner

TDA Forum Padang Bekali 35 Peserta Strategi Memulai Bisnis dari Nol

TDAverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Forum Padang Bekali 35 Peserta Strategi Memulai Bisnis dari Nol
zoom-in-whitePerbesar

Padang - Sebanyak 35 peserta mengikuti TDA Forum Padang di Telkom AI Center Padang, Kamis (8/10/2026). Forum tersebut membekali peserta dengan strategi memulai bisnis, mulai dari mengenali masalah pasar hingga menguji kelayakan ide usaha sebelum mengeluarkan modal besar.

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–17.00 WIB itu mengangkat tema “Punya Ide Bisnis, Mulai dari Mana?”. Forum dipandu Ketua TDA Padang sekaligus CEO PT Azzwars Wangi Abadi, Alkausar.

Para peserta diajak mengubah gagasan usaha menjadi langkah konkret melalui pendekatan terukur, termasuk mengenali kebutuhan pasar dan menguji minat calon pembeli.

Alkausar menjelaskan, tantangan utama pengusaha pemula bukan semata-mata kekurangan ide, melainkan kesulitan menentukan langkah pertama. Banyak calon pelaku usaha terlalu fokus menyempurnakan konsep tanpa memastikan apakah produk atau layanan yang direncanakan benar-benar dibutuhkan pasar.

Ia mengidentifikasi lima kesalahan yang kerap dilakukan pebisnis baru. Yakni, terlalu terpaku pada ide sendiri, menganggap semua orang sebagai target pasar, membuat produk tanpa berbicara dengan calon pelanggan, menginvestasikan modal terlalu besar sejak awal, serta menunggu hingga segala sesuatunya sempurna.

Menurut Alkausar, keberhasilan bisnis lebih bergantung pada kemampuan mendapatkan pelanggan daripada sekadar memiliki identitas merek atau tampilan produk yang menarik.

Sebagai panduan praktis, Alkausar memperkenalkan Framework 5M untuk menyusun dan menguji gagasan bisnis. Kerangka ini terdiri atas lima unsur, yaitu Masalah, Manusia, Manfaat, Model, dan Mulai.

Unsur Masalah membantu pengusaha menentukan persoalan yang ingin diselesaikan. Manusia berfokus pada kelompok pelanggan yang mengalami persoalan tersebut, sedangkan Manfaat menjelaskan hasil konkret yang ditawarkan melalui produk atau layanan.

Selanjutnya, Model berkaitan dengan cara bisnis menghasilkan pendapatan. Adapun Mulai mengarahkan pelaku usaha untuk menentukan eksperimen sederhana yang bisa segera dijalankan.

Melalui pendekatan ini, peserta didorong untuk tidak membangun bisnis hanya berdasarkan keinginan pribadi. Mereka perlu mengidentifikasi persoalan nyata yang dihadapi calon pelanggan dan merancang solusi sesuai kebutuhan tersebut.

Alkausar juga menyoroti pentingnya validasi pasar. Respons positif atau pujian dari teman belum cukup untuk membuktikan bahwa suatu produk memiliki peluang bisnis. Minat membeli dan transaksi nyata menjadi indikator yang lebih kuat untuk menilai nilai solusi yang ditawarkan kepada pelanggan.

Eksperimen Kecil untuk Menekan Risiko Bisnis

Forum tersebut juga mendorong peserta menguji ide usaha dalam skala terbatas sebelum memperbesar bisnis. Pendekatan ini bertujuan menekan risiko kerugian akibat pengeluaran awal yang terlalu besar.

Alkausar menyarankan calon pengusaha agar tidak terburu-buru membuka restoran, menyewa tempat mahal, atau menyiapkan stok barang dalam jumlah besar sebelum mengetahui respons pasar.

“Jangan langsung gegabah membuka restoran, menyewa tempat yang mahal, atau nekat menyetok hingga 500 pcs barang! Akan jauh lebih cerdas jika pengusaha memulai dari 20 box saja, atau langsung terjun ke lapangan untuk bertanya kepada 10 calon customer,” jelas Alkausar.

Untuk membantu peserta menerapkan materi, diperkenalkan pula program 7-Day Business Challenge. Tantangan ini dirancang agar peserta dapat menguji ide usaha melalui serangkaian tahapan selama tujuh hari.

Pada hari pertama, peserta diminta memilih satu masalah spesifik dan menentukan profil calon pelanggan. Pada hari kedua hingga keempat, mereka harus berbicara dengan 10 calon pelanggan sekaligus menyusun solusi paling sederhana untuk menjawab kebutuhan yang ditemukan.

Hari kelima digunakan untuk menawarkan produk kepada calon pembeli. Sementara itu, hari keenam dan ketujuh dimanfaatkan untuk mengumpulkan umpan balik serta mengevaluasi hasil pengujian.

Melalui tantangan tersebut, peserta diarahkan untuk mengutamakan bukti minat beli atau transaksi kecil daripada sekadar mengejar tanda suka di media sosial. Hasil pengujian diharapkan menjadi dasar untuk memperbaiki produk maupun menentukan langkah bisnis selanjutnya.

Kegiatan ditutup dengan diskusi kelompok. Peserta mendapat kesempatan membahas dan menguji ide usaha masing-masing, kemudian mempresentasikan hasil diskusi sebagai bagian dari evaluasi gagasan bisnis.

Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperoleh masukan, mempertajam pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan, serta menentukan langkah awal yang lebih realistis.

Melalui TDA Forum Padang, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya riset pelanggan, pengelolaan modal secara hati-hati, dan pengujian pasar sebelum mengembangkan usaha lebih jauh.

Pendekatan yang dibahas dalam forum itu menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai titik awal pengembangan bisnis. Dengan melakukan eksperimen sederhana dan mengevaluasi hasilnya, calon pengusaha dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kelayakan ide sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih besar. (TI)