TDA Gowa Takalar Gelar Sertinah, Estafet Kepemimpinan 8.0 ke 9.0

Makassar–Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Gowa Takalar menggelar Serah Terima Amanah (Sertinah) yang diikuti lebih dari 200 pengusaha dari Gowa, Takalar, dan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Kegiatan berlangsung di Four Points by Sheraton Makassar, Minggu, 31 Agustus 2026.
Mengusung tajuk Pappasang, kegiatan tersebut menjadi momentum berakhirnya masa kepengurusan TDA Gowa Takalar 8.0 yang dipimpin Husnul Akib. Sekaligus dimulainya perjalanan kepengurusan 9.0 di bawah kepemimpinan Wahyudin.
Pappasang memiliki makna pesan atau amanah yang diwariskan. Semangat itu terasa sepanjang acara, khususnya ketika tongkat estafet kepemimpinan secara simbolis berpindah dari pelayan periode sebelumnya kepada pelayan baru TDA Gowa Takalar.
Salah satu momen emosional terjadi ketika bendera TDA Gowa Takalar diserahkan secara simbolis kepada pelayan baru. Penyerahan bendera tersebut bukan hanya simbol pergantian kepengurusan, tetapi juga menggambarkan berlanjutnya tanggung jawab untuk menjaga komunitas, menemani para pengusaha bertumbuh, dan memperluas manfaat TDA di tengah masyarakat.
Amanah Kepengurusan Berlanjut
Di hadapan ratusan peserta, Husnul menyampaikan rasa terima kasih kepada istrinya karena telah merelakan sebagian waktu kebersamaan keluarga selama dirinya menjalankan amanah di TDA.
Selama tiga tahun tersebut, banyak waktu dan perhatian yang ia curahkan untuk hadir bersama para pengusaha, membangun komunitas, serta menemani anggota dalam proses bertumbuh.
Momen tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan seorang pelayan komunitas tidak hanya melibatkan dirinya sendiri. Di balik berbagai kegiatan, pertemuan, dan tanggung jawab organisasi, terdapat keluarga yang ikut memberikan ruang dan dukungan.
Selain seremoni serah terima amanah, Pappasang juga menjadi ruang belajar bagi para pengusaha yang hadir.
Empat pembicara membawakan tema yang berkaitan dengan tantangan pengusaha saat ini. Adrian Yotta membahas operasional, khususnya pentingnya membangun sistem dan pengelolaan bisnis yang semakin tertata.
Khalid Kaku membawakan materi leadership tentang peran kepemimpinan dalam membangun tim dan membawa organisasi maupun bisnis menuju tujuan bersama.
Daeng Faqih mengangkat tema AI for Business. Dia memperkenalkan bagaimana perkembangan kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pertumbuhan usaha.
Sementara itu, Iksan Bangsawan berbicara tentang personal branding. Tema tersebut menjadi salah satu aset yang semakin penting bagi pengusaha dalam membangun kepercayaan dan memperluas jejaring.
Kehadiran empat tema tersebut membuat Sertinah tidak berhenti sebagai seremoni pergantian kepengurusan. Pappasang juga menjadi forum untuk membawa pulang wawasan baru yang dapat diterapkan dalam bisnis masing-masing peserta.
Tantangan Kepengurusan 9.0
Husnul Akib menyampaikan, setelah perjalanan kepengurusan 8.0, amanah TDA Gowa Takalar kini dilanjutkan Wahyudin bersama jajaran pelayan 9.0.
Pergantian kepemimpinan membawa energi baru. Namun, tetap berpijak pada fondasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.
Menurutnya, tantangan kepengurusan 9.0 bukan sekadar menghadirkan lebih banyak kegiatan. Lebih jauh, TDA Gowa Takalar diharapkan menjadi ruang yang semakin relevan bagi kebutuhan pengusaha, mulai peningkatan kapasitas, jejaring, kolaborasi, hingga lahirnya bisnis-bisnis yang lebih sehat dan bertumbuh.
“Dengan lebih dari 200 pengusaha hadir dalam satu ruang, Pappasang menjadi gambaran bahwa kekuatan komunitas tidak terletak pada satu orang atau satu periode kepengurusan. Ia hidup dari amanah yang terus diteruskan, pengalaman yang dibagikan, serta kesediaan anggotanya untuk tumbuh bersama. Dari 8.0 menuju 9.0, bendera telah berpindah tangan. Namun semangatnya tetap sama pengusaha bertumbuh, saling menguatkan, dan memberi manfaat yang lebih besar bagi sekitarnya,” bebernya.
Sementara itu, Wahyudin mengatakan Pappasang juga menjadi ajang silaturahmi lintas daerah. Beberapa founder TDA Jentago dan perwakilan jejaring TDA dari Bone, Maros, Pangkep, Jeneponto, serta Sinjai turut hadir.
“Kehadiran mereka memperlihatkan kuatnya hubungan antarkomunitas pengusaha TDA di Sulawesi Selatan. Pertemuan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi anggota untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, membangun jaringan, hingga menjajaki kemungkinan kolaborasi bisnis lintas daerah,” jelasnya.
