TDA Jajaki Kolaborasi dengan Kemenaker untuk Pengembangan Usaha Anggota

Jakarta - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menjajaki kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk memperluas akses pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan mendukung pertumbuhan usaha anggotanya.
Tiga program menjadi fokus pembahasan, yakni pemagangan nasional melalui MagangHub, pelatihan vokasi sesuai kebutuhan dunia usaha, serta dukungan inkubasi bisnis bagi calon pengusaha.
Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan anggota TDA adalah Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi. Melalui program ini, perusahaan yang memenuhi persyaratan dapat menerima peserta magang selama enam bulan dengan uang saku yang ditanggung pemerintah.
Skema tersebut membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan talenta muda sesuai kebutuhan perusahaan tanpa menanggung biaya uang saku peserta. Di sisi lain, lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja, pendampingan, dan kesempatan meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
Secretary General TDA 9.0, Hendy Windardy, menilai kolaborasi dengan pemerintah perlu diarahkan pada manfaat nyata bagi pengusaha sekaligus masyarakat.
“Kami melihat kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai peluang strategis untuk membantu anggota TDA mengembangkan usahanya sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda memasuki dunia kerja,” ujar Hendy.
Dia mengatakan, melalui program pemagangan, pelatihan vokasi, dan penjajakan inkubasi bisnis, TDA ingin memastikan anggotanya tidak hanya mendapatkan akses terhadap talenta dan peningkatan produktivitas, tetapi juga berkontribusi menciptakan lapangan kerja baru. Hal itu sejalan dengan semangat TDA untuk mendorong pengusaha bertumbuh dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.
Dalam skema MagangHub, kuota peserta magang di perusahaan dapat mencapai 20 persen dari jumlah tenaga kerja, dengan memperhatikan ketentuan dan ketersediaan kuota program.
Perusahaan penyelenggara tetap berkewajiban menyediakan pembimbing dan program pembelajaran terstruktur. Dengan demikian, peserta memperoleh pengalaman serta keterampilan kerja yang relevan.
Selain pemagangan, TDA juga menjajaki penyelenggaraan pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha anggota. Program ini diharapkan membantu perusahaan meningkatkan keterampilan tenaga kerja, terutama pada bidang yang dibutuhkan untuk mendukung operasional dan pertumbuhan bisnis.
TDApreneur Jadi Peluang Inkubasi Bisnis
Peluang kolaborasi lainnya adalah pengembangan inkubasi bisnis bagi calon pengusaha melalui program TDApreneur. Dukungan yang dijajaki mencakup penguatan kapasitas usaha hingga pemenuhan kebutuhan SDM pada tahap awal pengembangan bisnis.
Director Government & Association TDA 9.0, Litar Suryadi, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti pembahasan tersebut melalui koordinasi program dan sosialisasi kepada anggota.
“Ada tiga peluang kolaborasi yang kami jajaki bersama Kementerian Ketenagakerjaan, yakni pemanfaatan MagangHub bagi perusahaan anggota TDA, pengembangan pelatihan vokasi sesuai kebutuhan dunia usaha, serta dukungan inkubasi bagi calon pengusaha melalui program TDApreneur,” ujar Litar.
Dia menjelaskan, dalam program pemagangan, pemerintah menanggung uang saku peserta selama enam bulan. Skema ini menjadi kesempatan bagi anggota TDA untuk mendapatkan tambahan talenta sekaligus membantu lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja. TDA akan segera menindaklanjuti peluang tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anggota.
TDA selanjutnya akan mengidentifikasi kebutuhan anggota, mempersiapkan sosialisasi teknis, serta melanjutkan pembahasan dengan Kemenaker untuk menentukan bentuk pelaksanaan program yang memungkinkan.
Melalui inisiatif tersebut, TDA berharap akses terhadap program pemerintah semakin mudah dimanfaatkan pelaku usaha, khususnya UMKM yang membutuhkan dukungan pengembangan SDM dan peningkatan kapasitas bisnis.
Kolaborasi ini sekaligus sejalan dengan arah TDA 9.0 dalam memperluas dampak kewirausahaan melalui penguatan bisnis, pengembangan kompetensi, dan kemitraan strategis.
