TDA Jakarta Timur Perkuat UMKM Lewat Kelas KMB Selama Dua Hari di Graha Steps ID
·waktu baca 3 menit

JAKARTA TIMUR – Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Jakarta Timur kembali menunjukkan konsistensinya dalam membina pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kali ini, mereka menggelar Kelas KMB (Kelompok Mentoring Bisnis) selama dua hari di Graha Steps ID, Kamis (7/8/2025) hingga Jumat (8/8/2025), dengan dihadiri puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor industri.
Kelas KMB yang telah memasuki bulan kelima ini terbagi menjadi dua level, yakni KMB Starting dan KMB Level Up. Masing-masing menghadirkan narasumber berpengalaman dengan materi yang relevan untuk menghadapi tantangan bisnis di era digital.
Hari Pertama: Strategi Memenangkan Pasar 2025
Pada hari pertama, sesi KMB Starting menghadirkan Ci Erlina, Owner Happy Play Indonesia, dengan materi “Memenangkan Market di 2025”. Ia membedah tiga tools strategis penting: SWOT Analysis, Ansoff Matrix, dan Boston Matrix.
Ci Erlina menekankan pentingnya memahami kekuatan dan kelemahan internal bisnis, serta mengidentifikasi peluang dan ancaman pasar. Melalui kerangka Ansoff dan Boston Matrix, peserta diajak merumuskan strategi pengembangan produk dan pasar secara terarah.
“Jangan hanya ikut arus pasar. Kita harus memetakan posisi bisnis kita dan menentukan strategi bertumbuh yang tepat untuk jangka panjang,” ujarnya.
Hari Kedua: Membangun Pengalaman dan Loyalitas Pelanggan
Pada hari kedua, sesi KMB Level Up dipandu Firdaus Usman, Owner PT Integra Reka Kreasi sekaligus GM PWN 2025, dengan topik “Customer Experience & Relationship Management”.
Firdaus menjelaskan bahwa di tengah persaingan digital yang ketat, pengalaman pelanggan menjadi faktor penentu loyalitas dan diferensiasi bisnis. Ia membagikan strategi membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui pendekatan personal, berkelanjutan, dan berbasis data.
“Pelanggan bukan sekadar target penjualan, tetapi aset jangka panjang. Bangun pengalaman menyenangkan, maka mereka akan kembali dan membawa pelanggan baru,” tegasnya.
Golden Circle: Menguatkan Identitas Bisnis
Pada sesi akhir, Tri Mulyana, fasilitator KMB Jakarta Timur, memperkenalkan konsep Golden Circle yang dipopulerkan Simon Sinek. Konsep ini mengajak pelaku usaha untuk memahami Why, How, dan What dalam bisnis mereka, sehingga usaha yang dijalankan memiliki arah, identitas, dan fondasi yang kuat.
“Bisnis yang dimulai dari Why akan punya energi besar untuk bertahan dan berkembang,” kata Tri.
Apresiasi dan Rencana ke Depan
Ketua Divisi KMB 8.1 TDA Jakarta Timur, Valiant Karada, mengapresiasi antusiasme peserta serta kontribusi narasumber. Ia menegaskan bahwa KMB bukan sekadar teori, tetapi juga wadah belajar dari praktik nyata dan membangun jejaring bisnis.
“Kami berharap peserta bisa langsung menerapkan ilmunya ke dalam bisnis masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi komunitas, mentor, dan pelaku UMKM mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Ke depan, TDA Jakarta Timur berencana menggelar lebih banyak program pembinaan agar semakin banyak UMKM yang mampu bertahan, tumbuh, dan berkembang secara berkelanjutan.
