TDA Jatim 3 Bahas Strategi AI untuk Pertumbuhan Bisnis Lokal

Pasuruan — Pengurus komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Jawa Timur 3 menghadiri mini workshop Jualan Laris Manis: Strategi Praktis AI di Era Digital untuk Pertumbuhan Lokal di Pasuruan, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan itu diikuti senior TDA Pasuruan dan para member.
Mini workshop tersebut menghadirkan Alfi Yusrian, Founder Sianuo Academy, sebagai pemateri. Pembahasan mengangkat strategi praktis pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang dapat diterapkan untuk mendukung aktivitas penjualan dan pengembangan bisnis, khususnya dalam konteks pertumbuhan usaha di tingkat lokal.
Kehadiran TDA Jawa Timur 3 diwakili Rizki Pam, Ketua TDA Jawa Timur 3, Isna, Bendahara TDA Jawa Timur 3, Sigit Bimo sebagai pembawa acara (MC), serta Baqi Billah, Sekretaris 2 TDA Jawa Timur 3. Turut hadir Sunan Nur Huda, Kepala Divisi External TDA Malang.
Pembelajaran teknologi untuk entrepreneur
Rizki Pam, Ketua TDA Jatim 3, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran dan berbagi pengetahuan antaranggota TDA di daerah.
Menurutnya, melalui forum seperti workshop, anggota memiliki ruang untuk memperoleh wawasan baru sekaligus mendiskusikan penerapannya dalam menghadapi kebutuhan bisnis yang terus berkembang.
“Pembelajaran berbasis teknologi juga sejalan dengan arah Entrepreneur Development TDA 9.0, yang menempatkan digital education sebagai salah satu dari lima direktorat pengembangan entrepreneur. Jalur ini diarahkan untuk mengembangkan program edukasi digital dan pembelajaran berbasis teknologi,” bebernya.
Dia menjelaskan, dalam narasi TDA 9.0, pengembangan entrepreneur dibangun melalui perjalanan Bersama Belajar, Bersama Bertumbuh, Bersama Naik Kelas, Bersama Memberi Dampak.
Pendekatan tersebut menempatkan proses berbagi pengetahuan dan pengalaman sebagai bagian dari ekosistem yang membantu anggota berkembang bersama.
Memperkuat hubungan TDA wilayah dan daerah
Kehadiran TDA Jatim 3 dalam kegiatan di Pasuruan memperkuat hubungan antara TDA di tingkat wilayah dan daerah.
Rizki menegaskan, dalam struktur TDA 9.0, pengembangan ekosistem diarahkan untuk membangun akses, kolaborasi, dan jejaring yang dapat mendukung kebutuhan entrepreneur.
“Melalui kegiatan pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan pengusaha, TDA terus mendorong anggota untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus melihat penerapannya dari perspektif kebutuhan bisnis yang nyata,” pungkasnya.
