TDA Jember Perkuat Ekosistem Belajar Bisnis Lewat Forum Ngopi Dadakan
·waktu baca 3 menit

Jember - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Jember kembali menggelar forum diskusi santai bertajuk Ngopi Dadakan pada Kamis (30/4/2026) di Resto Giza Rasa Nusantara. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus dan sejumlah member TDA Jember dengan menghadirkan praktisi bisnis digital, Suryadin Laodang yang dikenal sebagai Dosen Jualan.
Dalam forum tersebut, peserta aktif berdiskusi mengenai perkembangan digital marketing hingga pola pikir yang harus dimiliki seorang pebisnis dalam menghadapi tantangan usaha. Suasana santai yang dibangun membuat diskusi berjalan interaktif dan penuh substansi.
Pentingnya Problem Solving dalam Digital Marketing
Suryadin Laodang menegaskan bahwa pengusaha tidak cukup hanya memahami strategi digital marketing secara teknis. Menurutnya, kemampuan problem solving menjadi salah satu kunci penting untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, pebisnis harus mampu berpikir lebih jauh untuk menemukan peluang baru dalam meningkatkan revenue. Potensi bisnis yang sebelumnya belum terpikirkan juga perlu digali dan dioptimalkan melalui strategi digital marketing yang tepat.
“Pebisnis dituntut mampu menemukan peluang baru untuk meningkatkan revenue, termasuk menggali potensi yang sebelumnya belum terpikirkan lalu mengoptimalkannya melalui digital marketing,” ujarnya.
Pondasi Bisnis Jadi Kunci Pertumbuhan
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TDA Jember, Rizki PAM yang merupakan founder kursuskue.com bersama istrinya, Nina Septiningtyas selaku Co-Founder DKM Cakes & Cookies.
Dalam kesempatan tersebut, Rizki menekankan pentingnya membangun pondasi bisnis yang kuat sebelum melakukan percepatan melalui digital marketing. Menurutnya, strategi pemasaran digital akan memberikan dampak maksimal apabila bisnis sudah memiliki sistem dan fondasi yang kokoh.
“Ketika pondasi bisnis sudah kuat, maka boost dari digital marketing akan mampu mendorong pertumbuhan yang eksponensial,” katanya.
TDA Jember Bangun Ekosistem Belajar Kolaboratif
Diskusi semakin kaya dengan pandangan dari Ardi Prayogo, public speaker dan praktisi muamalah syariah sekaligus owner Kaafila Indonesia yang bergerak di bidang pelatihan ekosistem pengembangan bisnis.
Ardi menyampaikan bahwa seorang pengusaha perlu memperluas wawasan dengan banyak mendengar pengalaman dari pelaku bisnis lain. Dari proses tersebut, pebisnis dapat mengambil pelajaran dan mengadaptasikannya ke dalam usaha masing-masing.
“Pengusaha itu perlu banyak mendengar dari sesama pelaku bisnis agar khasanahnya semakin luas. Dari situ kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran, lalu mengadaptasikannya ke dalam bisnis masing-masing,” tuturnya.
Sebagai informasi, Ngopi Dadakan menjadi salah satu upaya TDA Jember dalam membangun ekosistem belajar yang kolaboratif dan aplikatif bagi para anggotanya. Forum ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga mendorong lahirnya ide-ide baru yang berpotensi meningkatkan performa bisnis para member.
Ke depan, TDA Jember berencana menghadirkan sesi lanjutan dengan pembahasan yang lebih mendalam agar kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan bisnis para anggota.
