TDA Lumajang Gelar Cangkruk Perdana, Jadi Ajang Silaturahmi dan Nobar Timnas

Lumajang — Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Lumajang menggelar TDA Cangkruk untuk pertama kalinya, Senin (5/10/2026), di Rumah Kedua Lumajang.
Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB hingga selesai itu menjadi ruang silaturahmi bagi member TDA Lumajang sekaligus diisi nonton bareng (nobar) pertandingan Timnas Indonesia melawan Thailand.
TDA Cangkruk dikemas dalam suasana santai agar para member dapat bertemu, berinteraksi, dan membangun kedekatan di luar aktivitas bisnis. Momentum nobar pertandingan Timnas Indonesia dan Thailand turut menciptakan suasana kebersamaan antarmember.
Asyfiq Mutho, owner Bahasakuinggris sekaligus Ketua TDA Lumajang, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pengurus dan member TDA Lumajang. Selain itu, perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) turut bersilaturahmi dan berinteraksi bersama komunitas TDA Lumajang.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Baqibillah, owner Shiftdesign yang merupakan Sekretaris TDA Jatim 3 sekaligus bagian dari tim Markom TDA Lumajang; Febrianto, owner Sosialgrafis sekaligus Kadiv Markom TDA Lumajang; serta Andra, owner Bakul Bumi sekaligus Kadiv External TDA Lumajang.
Hadir pula Alfi Yusrian, owner Sinauo Academy sekaligus Sekretaris TDA Lumajang; Imas, owner Duta Sambel sekaligus Bendahara TDA Lumajang; Ival, owner Karyanusa sekaligus Kadiv Platform dan Data TDA Lumajang; serta Anno, owner Moma Dessert sekaligus bagian dari TDA Club Lumajang.
Acara dipandu Ardy Prayogo sebagai MC dan diikuti member TDA Lumajang lainnya. Dia menyebutkan, selain menjadi ajang berkumpul, TDA Cangkruk memperlihatkan pentingnya ruang interaksi informal dalam membangun komunitas pengusaha.
“Pertemuan semacam ini memungkinkan member untuk saling mengenal lebih dekat, bertukar pengalaman, serta membuka peluang kolaborasi dari hubungan yang terbentuk di dalam komunitas,” jelasnya.
Dia menyebutkan semangat tersebut sejalan dengan arah TDA 9.0 yang menempatkan komunitas bukan hanya sebagai ruang belajar bisnis, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendorong anggota untuk bersama belajar, bertumbuh, naik kelas, dan memberi dampak. Konsep tersebut juga menekankan pentingnya hubungan antarmember sebagai bagian dari penguatan komunitas.
“TDA Cangkruk Lumajang perdana ini menjadi salah satu bentuk sederhana dari upaya membangun interaksi yang lebih dekat di tingkat daerah,” bebernya.
Dia mengatakan, pertemuan informal seperti itu dapat membantu komunitas menjaga silaturahmi sekaligus menciptakan ruang bagi para pengusaha untuk saling berbagi pengalaman dan mendukung pertumbuhan satu sama lain.
Bagi TDA Lumajang, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmember melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian, tanpa menghilangkan semangat komunitas pengusaha untuk terus belajar dan berkembang bersama.
