Konten Media Partner

TDA Malang Masuki Periode 9.0, Dorong Regenerasi Pengusaha Muda

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Malang Masuki Periode 9.0, Dorong Regenerasi Pengusaha Muda
zoom-in-whitePerbesar

Malang - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Malang menggelar Serah Terima Amanah (Sertinah) kepengurusan TDA Malang periode 8.0 kepada 9.0 di Hyde Cafe, Malang, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 60 peserta tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus ruang silaturahmi antara pengurus lama, pengurus baru, anggota, serta sejumlah elemen ekosistem usaha di Malang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TDA Malang 1.0 Sam DK, Ketua TDA Malang 5.0 Fajrul Imtihan, Ketua TDA Malang 8.0 Muchammad Edo Iskandar, jajaran Pengurus TDA Malang 8.0 dan 9.0, serta perwakilan HIPMI, IIBF, Bank Raya, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Prosesi utama ditandai dengan penandatanganan serah terima amanah dari kepengurusan TDA Malang 8.0 kepada 9.0 serta perkenalan jajaran pengurus baru.

Regenerasi Kepemimpinan Entrepreneur

Ketua TDA Malang 8.0 Muchammad Edo Iskandar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota atas kebersamaan selama tiga tahun masa kepengurusan.

Edo juga menyampaikan permohonan maaf karena selama periode kepemimpinannya tidak selalu dapat terlibat langsung dalam setiap aktivitas komunitas. Sebagian aktivitas pekerjaannya berlangsung di Makkah.

Estafet kepemimpinan selanjutnya diteruskan kepada Galih Tri Pamungkas sebagai Ketua TDA Malang 9.0.

Komposisi kepengurusan baru banyak diisi entrepreneur muda dalam rentang usia 20–30 tahun. Kehadiran generasi muda tersebut diharapkan memperkuat proses regenerasi kepemimpinan sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas generasi di lingkungan TDA Malang.

Regenerasi tersebut tidak hanya diarahkan pada pergantian struktur organisasi. Pengurus baru juga diharapkan mampu menjaga keterhubungan antara anggota, memperluas jejaring, dan menciptakan lebih banyak kesempatan kolaborasi bisnis.

Dari Menjalankan Bisnis Sendiri hingga Menemukan Ruang Kolaborasi

Dalam sambutannya, Galih Tri Pamungkas menceritakan perjalanan awalnya mengenal TDA. Ia sempat maju-mundur dan merasa ragu untuk bergabung sebelum akhirnya memutuskan menjadi bagian dari komunitas.

Menurut Galih, sebelum mengenal TDA, ia lebih banyak menjalankan perjalanan usahanya sendiri dan belum memiliki komunitas yang menjadi tempat bertukar cerita maupun pengalaman sebagai pengusaha.

Setelah bergabung, ia mulai membuka diri, membangun relasi, dan berkolaborasi dengan anggota lain. Sejumlah hubungan yang berawal dari pertemanan di komunitas kemudian berkembang menjadi kerja sama dan aktivitas bisnis bersama.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu semangat yang ingin dibawa dalam kepengurusan TDA Malang 9.0. Komunitas diharapkan bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang bagi pengusaha untuk saling mengenal, belajar, membangun kepercayaan, dan menemukan peluang kolaborasi.

Sertinah TDA Malang 9.0 juga dimanfaatkan untuk mempertemukan pengurus periode sebelumnya dengan jajaran pengurus baru agar proses transisi organisasi dapat berjalan dengan baik.

Kegiatan tersebut diharapkan melahirkan semangat baru, arah kepengurusan yang semakin tajam, serta mendorong anggota untuk terus menjaga silaturahmi.

Pada periode 9.0, TDA Malang akan memprioritaskan penguatan kerja sama antara pengurus dan anggota serta membangun ruang interaksi yang dapat mendorong kolaborasi antarentrepreneur.

Arah tersebut sejalan dengan semangat pengembangan komunitas TDA yang menempatkan silaturahmi, pengembangan kepemimpinan, pembelajaran, dan kolaborasi sebagai bagian penting dari perjalanan anggota.

Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas merupakan organisasi kewirausahaan yang berdiri sejak 2006 dengan visi menjadi komunitas pengusaha yang memberikan kontribusi positif bagi peradaban.

TDA memiliki lebih dari 62.000 anggota yang tersebar di 119 daerah, 29 wilayah, serta memiliki perwakilan di lima negara. TDA menjalankan berbagai program edukasi, mentoring, workshop, pengembangan komunitas, business matching, kolaborasi ekosistem, dan kegiatan sosial untuk memperkuat kepemimpinan, kapabilitas, serta jejaring entrepreneur Indonesia.