TDA Medan Hadir di Aceh Tamiang, Bantu Pemulihan Pascabanjir Jelang Ramadan

ACEH TAMIANG - Upaya pemulihan pascabencana banjir di Aceh terus dilakukan berbagai elemen masyarakat. Menyambut bulan suci Ramadan, Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Medan menggelar kegiatan sosial bertajuk Berbagi Keceriaan Menyambut Bulan Ramadan di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (13/02/2026).
Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan para Member TDA Medan serta tenaga medis dari Member TDA Langsa. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga Aceh Tamiang yang hingga kini masih berjuang bangkit setelah banjir besar melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Ketua TDA Medan, Chairil F. Siregar, menjelaskan bahwa Desa Sekumur termasuk wilayah terdampak paling parah akibat banjir. Sekitar 90 persen warga kehilangan tempat tinggal, sementara trauma dan kesulitan hidup masih dirasakan hingga saat ini.
“Banjir besar itu tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Recovery membutuhkan waktu panjang. Menjelang Ramadan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru bagi saudara-saudara kita di sini,” ujar Chairil.
Desa Sekumur Terdampak Parah Pascabanjir
Menurut Chairil, dampak banjir tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga beban psikologis bagi masyarakat. Banyak warga yang kehilangan rumah, harta benda, hingga sumber penghidupan. Kondisi tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Menjelang Ramadan, TDA Medan berupaya menghadirkan semangat baru agar warga tetap memiliki harapan dan kekuatan untuk bangkit.
Enam Agenda Sosial untuk Warga Terdampak
Dalam kegiatan tersebut, TDA Medan menyiapkan enam agenda utama yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, yakni:
• Pembagian paket sembako kepada 284 kepala keluarga
• Penyerahan fasilitas sumur bor dan MCK
• Pemeriksaan kesehatan gratis
• Kegiatan trauma healing
• Fun games untuk anak-anak
• Ceramah keagamaan
Chairil menyebut, program tersebut dirancang secara komprehensif agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
“Kami ingin semua kalangan bisa merasakan kebahagiaan, saling menguatkan, dan kembali menumbuhkan harapan,” katanya.
Harapan Dukungan Moral dan Pemulihan Berkelanjutan
Ia menambahkan, Ramadan seharusnya menjadi bulan penuh suka cita dan dinanti umat Islam. Namun bagi sebagian warga Aceh Tamiang, kondisi pascabencana membuat mereka belum sepenuhnya bisa menyambut bulan suci seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Ada saudara kita yang masih berduka karena kehilangan rumah, harta, bahkan sumber penghidupan. Jangan sampai mereka menghadapi kondisi ini sendirian. TDA harus hadir memberi dukungan agar beban mereka sedikit berkurang,” ucapnya.
Chairil berharap dukungan yang dihimpun dari Member TDA se-Indonesia dapat menjadi penguat moral sekaligus membantu proses pemulihan warga terdampak.
“Semoga apa yang dititipkan teman-teman TDA bisa menghadirkan keceriaan dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama memulihkan Aceh Tamiang,” pungkasnya.
