Konten Media Partner

TDA Palangka Raya dan MES Kalteng Luncurkan LMS Digital Dorong UMKM Naik Kelas

TDAverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Palangka Raya dan MES Kalteng Luncurkan LMS Digital Dorong UMKM Naik Kelas
zoom-in-whitePerbesar

Palangka Raya - Dalam semangat memperkuat ekonomi digital berbasis pembelajaran digital, Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Palangka Raya berkolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Tengah meluncurkan Learning Management System (LMS) Digital Bisnis. Platform pembelajaran daring ini ditujukan bagi pelaku UMKM dan resmi diperkenalkan pada Sabtu (25/10/2025).

Seremoni penyerahan simbolis berlangsung di booth MES Kalteng, Atrium Duta Mall Palangka Raya, sebagai bagian dari rangkaian Borneo Decafest x Pesona Tambun Bungai (PTB) 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah.

Kolaborasi Strategis Dorong UMKM Naik Kelas

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dukungan komunitas wirausaha terhadap program Gubernur Kalimantan Tengah dalam mencetak 300 miliarder baru di Bumi Tambun Bungai. Melalui LMS Digital Bisnis, pelaku usaha dapat mengakses pembelajaran interaktif yang mencakup penguatan mindset kewirausahaan, manajemen operasional bisnis, hingga strategi branding digital.

Materi tersebut tersaji dalam 9 seri pelatihan digital dengan lebih dari 100 video pembelajaran yang dirancang agar mudah dipahami dan dapat diakses secara fleksibel kapan saja dan di mana saja.

Ketua TDA Palangka Raya, Maulana Malik, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga menyasar pemberdayaan ekonomi umat melalui peningkatan literasi dan transformasi digital yang berkelanjutan.

“Melalui LMS ini, pelaku UMKM di Kalimantan Tengah dapat belajar bisnis berbasis digital secara fleksibel dan berkelanjutan. Kolaborasi ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang pemberdayaan ekonomi umat agar lebih mandiri, berdaya, dan berkah,” ujar Maulana.

MES Kalteng Perluas Dampak Hingga 14 Cabang

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Arif Fajar Kurniawan (Sekretaris TDA Palangka Raya), Faishal (Ketua TDA Fun), dan Robin Food (Ketua TDA Perempuan). Mereka menyerahkan LMS Digital Bisnis kepada Heru Hidayat, Sekretaris Umum MES Kalteng yang hadir mewakili jajaran pengurus.

Heru Hidayat menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan bahwa MES Kalteng akan memperluas manfaat program melalui 14 cabang MES di kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.

“Ketika pengusaha maju, mereka juga diharapkan mendorong ekosistem syariah lainnya, seperti zakat, wakaf, dan infak. Karena itu, literasi digital dan literasi keuangan syariah harus berjalan beriringan,” imbuhnya.

Program ini selaras dengan semangat Borneo Decafest 2025 yang mengusung tema Digital Ekonomi Kreatif, serta sejalan dengan tagline booth MES Kalteng, "Syariah untuk Semua". Momentum ini menjadi tonggak penting bagi penguatan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan relevan di era digital.

Dukungan Pemerintah untuk UMKM Perempuan

Kegiatan ini juga diwarnai kunjungan Wali kota Palangka Raya bersama Ketua TP PKK Kota Palangka Raya ke booth RobinFood, salah satu UMKM binaan Bank Indonesia sekaligus anggota aktif TDA Palangka Raya. RobinFood dikelola oleh Ketua TDA Perempuan yang dikenal aktif memotivasi perempuan agar berani berwirausaha dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Wali kota menyampaikan apresiasi atas semangat dan inovasi pelaku usaha perempuan di Palangka Raya. Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan daerah.

Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap kolaborasi komunitas wirausaha, lembaga keuangan, dan UMKM lokal. Hal ini sejalan dengan visi "Palangka Raya Keren" yang berorientasi pada pembangunan ekonomi inklusif, kreatif, dan berkeadilan.

KMB Perkuat Implementasi Pembelajaran Digital

Sebagai tindak lanjut peluncuran LMS Digital Bisnis, TDA Palangka Raya akan menghadirkan Program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) pada November 2025. Program ini dirancang untuk memperkuat pembelajaran digital melalui pendampingan langsung dari mentor-mentor TDA yang berpengalaman di bidang bisnis, marketing, serta pengembangan diri.

Melalui kombinasi pembelajaran daring dan mentoring tatap muka, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata dalam pengelolaan usaha sehari-hari. Pendekatan ini menegaskan komitmen TDA Palangka Raya dalam mencetak wirausahawan digital yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

“Sinergi antara pembelajaran digital dan mentoring lapangan adalah kunci agar UMKM Kalteng benar-benar naik kelas,” tutur Maulana.

Dengan kolaborasi lintas komunitas dan dukungan pemerintah daerah, semangat "Digital Ekonomi Kreatif untuk Semua" kini tidak lagi sekadar slogan, melainkan langkah nyata menuju Kalimantan Tengah yang mandiri, berdaya, dan berkah.

"Melalui LMS ini, pelaku UMKM di Kalimantan Tengah dapat belajar bisnis berbasis digital secara fleksibel dan berkelanjutan. Kolaborasi ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang pemberdayaan ekonomi umat agar lebih mandiri, berdaya, dan berkah,” pungkasnya.