Konten Media Partner

TDA Palangka Raya Gelar Kopdar, Bahas Strategi Bangun Jaringan Distribusi UMKM

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Palangka Raya Gelar Kopdar, Bahas Strategi Bangun Jaringan Distribusi UMKM
zoom-in-whitePerbesar

Palangka Raya – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Palangka Raya kembali menggelar kegiatan Kopdar rutin bulanan di Induku Coffee 1957, Minggu (27/7/2025). Acara ini mengangkat tema “Strategi Membangun Jaringan Distribusi UMKM”, yang bertujuan mendorong pelaku usaha naik level dan memperluas pasar.

Hadir sebagai narasumber utama, Bastian, Founder Kacanggo Indonesia, yang telah sukses membangun jaringan distribusi lebih dari 700 outlet di seluruh Kalimantan Tengah. Ia membagikan pengalaman dalam membangun jaringan distribusi UMKM secara bertahap—mulai dari menjaga komunikasi, konsistensi produk, hingga strategi menghadapi penolakan pasar.

“Distribusi adalah kunci pertumbuhan. Jangan takut ditolak, tapi pikirkan celah agar produk bisa masuk ke outlet,” ungkap Bastian dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua TDA Palangka Raya 1.0 Maulana Malik Hasibuan, komunitas Nusantara Gilang Gemilang (NGG) Kalteng, pengurus TDA, serta puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor di Palangka Raya.

Dalam sambutannya, Maulana membagikan hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA yang baru saja berlangsung di Medan, termasuk program unggulan Kelompok Mentoring Bisnis (KMB). Program ini menjadi bentuk pendampingan terstruktur bagi anggota komunitas untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

“Kopdar ini jadi momen untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama. Kami ingin UMKM lokal bisa naik level dan membentuk ekosistem bisnis yang sehat dan saling mendukung,” ujar Maulana.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TDA Palangka Raya dalam memperkuat jaringan komunitas, membuka peluang kolaborasi, dan menghadirkan ruang belajar yang berdampak langsung bagi pertumbuhan UMKM di Kalimantan Tengah.