Konten Media Partner

TDA Palopo Galang Donasi Mini Library untuk Dukung Indonesia Emas 2045

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Palopo Galang Donasi Mini Library untuk Dukung Indonesia Emas 2045
zoom-in-whitePerbesar

Palopo – Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Palopo kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui kegiatan open donasi Mini Library untuk Panti Asuhan Al-Muhaimin. Program bertema “Satu Amal, Ribuan Mimpi” ini menjadi bagian dari legacy TDA Palopo yang dijadwalkan akan diserahkan secara resmi pada 5 November 2025 mendatang.

Ketua TDA Palopo, Rail Arsyad, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk warisan sosial (legacy) dari TDA Palopo yang tengah menjalankan program KMB (Kelas Menjadi Bermanfaat). Ia berharap, gerakan donasi ini dapat menjangkau lebih dari satu panti asuhan di wilayah Luwu Raya.

“Mohon doanya, semoga target anggaran tercapai. Insyaallah kami akan mewujudkan mini library di dua panti asuhan. Penyerahan legacy direncanakan tanggal 5 November, kemudian dilanjutkan proses renovasi perpustakaan mini,” ungkap Rail.

Ajak Masyarakat dan Member TDA untuk Berdonasi

Rail menuturkan, TDA Palopo membuka donasi untuk umum, baik bagi para member TDA maupun masyarakat yang ingin ikut berkontribusi dalam pembangunan mini library ini. Kegiatan penggalangan dana akan terus berjalan hingga proyek perpustakaan mini selesai.

“Saya dan teman-teman terus mengajak untuk berdonasi. Insyaallah target pembangunan Mini Library selesai akhir November. Donasi bisa disalurkan melalui rekening Bank BSI 7205685687 atas nama TDA Peduli Luwu Raya,” jelasnya.

Selain itu, Rail menambahkan bahwa koleksi buku untuk mini library telah disiapkan, sehingga saat ini pihaknya fokus menggalang dana untuk kebutuhan renovasi dan penyediaan fasilitas pendukung agar perpustakaan bisa segera digunakan.

TDA Palopo: Tidak Hanya Bisnis, Tapi Juga Kepedulian Sosial

Lebih lanjut, Rail menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa TDA tidak hanya fokus pada dunia bisnis, tetapi juga memiliki semangat berbagi dan memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa TDA bukan hanya tentang bisnis dan jaringan usaha, tapi juga tentang berbagi manfaat. Setiap donasi yang diberikan adalah langkah kecil membuka jendela dunia bagi anak-anak panti,” ujarnya.

Rail berharap, program ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas TDA di daerah lain untuk mengembangkan inisiatif sosial berkelanjutan yang mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.