Konten Media Partner

TDA Peduli dan TDAP Belajar Roti Manis, Berbuah Donasi untuk Korban Gempa NTT

TDAverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Peduli dan TDAP Belajar Roti Manis, Berbuah Donasi untuk Korban Gempa NTT
zoom-in-whitePerbesar

Pinrang – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas Perempuan Pinrang (TDAP) berkolaborasi dengan TDA Peduli Pinrang menggelar Hands On Class Membuat Roti Manis pada Selasa, 8 September 2026.

Kegiatan berlangsung di Baking Center New H Hamsi, Jalan Lingkar, Pinrang. Konsep yang diusung adalah 1 Seat 2 Manfaat. Peserta belajar membuat roti sekaligus berdonasi untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seluruh Harga Tiket Masuk (HTM) yang terkumpul disalurkan melalui TDA Peduli Pinrang untuk membantu penyintas gempa.

Ketua kegiatan Nanda Wahdana Azhar, yang dikenal lewat usahanya Nhanas Donut, mengatakan kelas tersebut dirancang sebagai ruang belajar sekaligus ruang berbagi.

Menurut dia, kegiatan itu lahir dari niat sederhana untuk berbagi. Persiapannya pun dilakukan dalam waktu sangat singkat.

“Kami langsung bergerak mulai flyer disebarkan pada tanggal 7 September dan keesokan harinya kegiatan sudah terlaksana. Meski dipersiapkan dalam waktu mepet, antusiasme peserta ternyata di luar ekspektasi panitia. Sebanyak 16 peserta mengikuti kelas ini dari kuota 25 seat yang disediakan, dengan HTM sebesar Rp250.000 per peserta,” jelasnya.

Menariknya, lima peserta datang dari Sulawesi Barat. Kelas tersebut terbuka untuk umum, baik peserta yang sudah pernah membuat roti maupun yang baru pertama kali memegang adonan.

Belajar Membuat Roti hingga Menghitung HPP

“Peserta diajak memahami proses membuat roti manis dari awal hingga akhir, mulai dari pengenalan bahan, teknik pengolahan adonan, hingga proses pembentukan dan pemanggangan, dengan bimbingan langsung dari para praktisi kuliner lokal,” terangnya.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WITA dengan registrasi peserta dan pembagian welcome kit. Acara dilanjutkan dengan perkenalan singkat mengenai TDAP dan TDA Peduli serta empat pemateri yang terlibat.

Sesi materi membahas pengenalan bahan, titik kritis dalam proses pembuatan roti, dan cara penanganannya. Setelah itu, peserta mengikuti praktik utama selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA.

“Setelah istirahat, salat, dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan proses akhir pemanggangan dan pengemasan hasil praktik. Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah sesi praktik langsung menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), yang dipandu oleh Gibran Sulaeman, sebagai bekal bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha roti secara mandiri. Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan,” katanya.

Empat pemateri yang berbagi ilmu dalam kelas tersebut adalah Nanda Wahdana Azhar (Nhanas Donut), Rahma Syam (Kedai Rafi), Nur Rahmah Nurdin (Rahmah Traditional Cake), dan Atifah Nurpinangsyah (Wanda Cake).

Selain resep lengkap beserta tips dan trik, peserta mendapatkan hasil praktik untuk dibawa pulang, makan siang, kalkulator HPP untuk membantu menghitung biaya produksi, serta e-sertifikat sebagai bukti keikutsertaan.

Rp4,1 Juta untuk Korban Gempa NTT

Nanda menuturkan kegiatan tersebut juga tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan berbagai pihak. Baking Center New H Hamsi memberikan dukungan tempat, sedangkan Makanja mendukung sisi konsumsi.

“Materi singkat mengenai COGS/HPP turut dihadirkan agar peserta tidak hanya pulang dengan keterampilan membuat roti, tetapi juga bekal untuk mengembangkan usaha,” ungkapnya.

Sementara itu, seluruh HTM yang terkumpul disalurkan melalui TDA Peduli Pinrang untuk membantu korban bencana gempa di NTT.

Dari 16 peserta yang mengikuti kelas, terkumpul dana donasi sebesar Rp4.100.000. Dana tersebut selanjutnya diserahkan secara simbolis kepada TDA Peduli Pinrang untuk disalurkan kepada penyintas gempa.

Menurut Nanda, kegiatan tersebut membuktikan bahwa kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Cukup dengan ilmu, waktu, tenaga, dan kemauan untuk bergerak, niat baik dapat dipertemukan dengan orang-orang baik dan membuka jalan dari arah yang tidak pernah disangka.

Ia menegaskan kolaborasi TDAP dan TDA Peduli Pinrang bukan sekadar tentang membuat roti. Kegiatan itu menunjukkan bagaimana ilmu bisa menjadi jalan untuk berbagi dan satu langkah kecil mampu menggerakkan banyak orang untuk ikut melakukan kebaikan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas belajar keterampilan, seperti membuat roti manis, dapat sekaligus menjadi wadah kepedulian sosial.

Bagi TDAP dan TDA Peduli Pinrang, setiap seat yang diambil peserta bukan hanya soal membawa pulang ilmu dan hasil praktik, tetapi juga menjadi bagian dari aksi kepedulian terhadap sesama.