Konten Media Partner

TDA Perempuan Denpasar Gelar Workshop Profesional Babysitter

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Perempuan Denpasar Gelar Workshop Profesional Babysitter
zoom-in-whitePerbesar

Denpasar - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Denpasar menggelar Workshop TDA Perempuan dan Bali Nanny Community bertema “Becoming A Profesional Babysitter” di Meeting Room Hotel Neo+ Legian, Kuta, Bali, Minggu (25/01/2026).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Veronica Moersito (Ketua TDA Perempuan Denpasar, Founder Bali Nanny Community, dan Owner Bali Angel Holiday), Lidia Lavigne (Ketua TDA Bali dan Life Coach), serta Dewi Maharani Supriatin, S.Pd., M.Pd. (Praktisi Pendidikan). Workshop diikuti peserta dari kalangan umum, anggota TDA Perempuan, serta anggota Bali Nanny Community.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan kompetensi bagi para nanny dan babysitter agar mampu bekerja secara profesional, terstandar, dan berdaya saing tinggi di dunia pengasuhan anak.

Peningkatan Kompetensi dan Standar Profesional Babysitter

Dalam pemaparannya, Veronica Moersito menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja peserta secara menyeluruh.

“Para peserta dibekali pengetahuan dan praktik tentang bagaimana perawatan bayi dan anak sesuai standar profesional, lalu bagaimana keamanan, kebersihan, dan keselamatan anak serta pola makan, tidur, dan stimulasi tumbuh kembang anak. Selain itu, peserta juga diajarkan penanganan situasi darurat dasar, supaya babysitter tidak hanya bisa jaga anak, tetapi benar-benar paham tanggung jawab profesinya,” jelas Veronica.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan sikap dan mental profesional dalam dunia pengasuhan.

“Etika kerja babysitter profesional seperti disiplin, empati, kesabaran, dan tanggung jawab, termasuk cara berkomunikasi yang baik dengan orang tua dan anak, karena babysitter profesional dinilai dari sikap, bukan hanya skill,” imbuhnya.

Penguatan Mental, Etika Kerja, dan Mindset Profesi

Veronica menambahkan, peserta diarahkan untuk memahami standar kerja di rumah keluarga, kesiapan menghadapi karakter anak dan orang tua yang beragam, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun mindset bahwa babysitter adalah profesi, bukan pekerjaan sementara.

“Agar siap kerja dan dipercaya keluarga, peserta dibekali kesiapan mental, karakter profesional, serta pola pikir sebagai profesi jangka panjang,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelatihan ini juga bertujuan menyatukan standar babysitter profesional di Bali, membangun jaringan yang saling mendukung, serta mengedukasi pentingnya pembelajaran berkelanjutan agar babysitter di Bali dapat naik kelas dan berkembang bersama.

“Acara berlangsung lancar dan dihadiri 25 perempuan. Banyak yang berbagi pengalaman, jujur tentang kesulitan, dan berani bertanya. Pelatihan ini menjadi ruang aman untuk belajar dan bertumbuh. Peserta juga merasakan bahwa mereka tidak sendirian. Ada komunitas TDA Perempuan yang mendukung, Bali Nanny Community sebagai wadah pemberdayaan babysitter, serta PT Bali Angel Holiday yang membantu penyaluran babysitter ke keluarga wisatawan asing atau turis,” ungkapnya.

Nanny sebagai Profesi Mandiri dan Berdaya Saing

Sementara itu, Ketua TDA Bali, Lidia Lavigne, menegaskan bahwa seorang nanny bukan sekadar karyawan, tetapi dapat menjadi pengusaha mandiri dengan waktu kerja fleksibel dan potensi penghasilan yang besar.

“Saya memberikan beberapa tips agar menjadi nanny yang profesional,” paparnya.

Tips tersebut meliputi:

Mindset - Mempunyai pola pikir sukses

Self discipline - Memiliki manajemen waktu yang baik dan disiplin diri

Integrity - Integritas dan kejujuran

Have fun - Memiliki pribadi ceria

Take ownership - Mengambil tanggung jawab

Upgrade skills - Selalu mengasah dan menambah kemampuan baru

Dalam kesempatan yang sama, Dewi Maharani Supriatin berharap workshop ini mampu memperkuat pemahaman tentang profesionalisme, peran, dan tanggung jawab dalam dunia pengasuhan, serta mendorong peningkatan kualitas pengasuhan yang berkelanjutan.