TDA Perempuan Malang Gelar Rujakan, Bangun Semangat Mompreneur Tanpa Anggaran
·waktu baca 3 menit

Malang - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Perempuan Malang melalui TDAP menggelar Rujakan TDAP Malang (Rumpi Bijak ala TDA Perempuan Malang) dalam suasana hangat, akrab, dan penuh semangat. Kegiatan bertema Brain Rot Mompreneur: Ketika Ibu Sibuk Seharian, Tapi Bisnis Tak Kunjung Bertumbuh. Acara ini berlangsung di Ziel Kids Club, Malang, pada 5 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 45 peserta yang terdiri dari member lama dan banyak anggota baru yang bergabung dengan komunitas TDA Perempuan Malang. Acara menghadirkan Ayu Najiba, owner Ziel Kids Club, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Ayu menjelaskan bahwa fenomena brain rot mompreneur semakin banyak dialami para ibu pelaku usaha. Kondisi ini ditandai dengan sulit fokus, mudah lelah, merasa sibuk sepanjang hari, tetapi hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan.
Brain Rot Mompreneur Bukan Soal Kurang Waktu
Menurut Ayu, persoalan utama yang dihadapi para mompreneur bukan terletak pada kurangnya waktu.
“Sebetulnya mompreneur tidak kekurangan waktu, tetapi kekurangan kejelasan prioritas. Terlalu banyak hal yang dipikirkan dan dikerjakan membuat energi terkuras tanpa arah yang jelas,” jelasnya.
Ia juga membagikan sejumlah solusi untuk mengatasi kondisi tersebut, antara lain mengurangi kebisingan informasi, meluangkan waktu khusus untuk berpikir dan menyusun strategi, belajar melakukan delegasi, serta menjalani digital detox secara berkala agar pikiran lebih jernih dan produktif.
Sementara itu, Ketua TDA Perempuan Malang 8.0, Isna Hidayati Effendi, menegaskan bahwa TDA Perempuan hadir sebagai ruang tumbuh bagi para mompreneur di Malang Raya.
“Kami ingin TDA Perempuan Malang menjadi rumah belajar dan bertumbuh bagi para perempuan pengusaha. Pertumbuhan bisnis yang sehat harus berjalan seimbang dengan empat pilar kehidupan, yaitu personal, keluarga, spiritual, dan komunitas,” ungkap Isna.
Ia menyebut keunikan kegiatan kali ini tidak hanya terletak pada materi yang relevan, tetapi juga konsep penyelenggaraan. Acara berlangsung meriah dengan hidangan melimpah, mini bazar, serta puluhan hadiah doorprize.
“Acara ini diselenggarakan secara gratis tanpa mengeluarkan anggaran dari pengurus,” bebernya.
Sebagai pengganti biaya pendaftaran, setiap peserta diminta membawa makanan, minuman, atau camilan untuk dinikmati bersama. Konsep sederhana tersebut justru menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh kebersamaan.
Mini Bazar dan Doorprize Meriahkan Acara
Selain sesi diskusi dan networking, acara juga diramaikan mini bazar produk-produk milik member TDA Perempuan Malang. Menariknya, para pelaku usaha cilik dari TDA Kids turut berpartisipasi memasarkan produk mereka sehingga memberikan pengalaman belajar berwirausaha sejak dini.
“Para pelaku usaha cilik dari TDA Kids turut berpartisipasi memasarkan produk mereka sehingga memberikan pengalaman belajar berwirausaha sejak dini,” ungkapnya.
Puluhan sponsor yang berasal dari produk dan usaha para member juga berkontribusi menyediakan berbagai hadiah doorprize yang semakin menambah semarak acara. Isna mengaku bersyukur melihat antusiasme peserta yang sangat tinggi.
“Kami belajar bahwa untuk menciptakan dampak, sebuah kegiatan tidak harus diselenggarakan dengan biaya besar. Bahkan dengan anggaran nol rupiah sekalipun, selama ada tekad, niat baik, kolaborasi, dan semangat kebermanfaatan, insyaAllah Allah akan memudahkan jalannya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap semakin banyak perempuan, khususnya para mompreneur, memiliki ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan bertumbuh bersama dalam menjalankan peran sebagai ibu sekaligus pelaku usaha.
