TDA Perempuan Malang Gelar Sharing Session Woman Support Woman

MALANG — Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas Perempuan (TDAP) Malang menggelar Sharing Session TDAP Malang bersama Staf Khusus TDAP Nasional di Lafayette Coffee and Eatery, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Khusus TDAP Nasional Nelly Hajas, Owner Richisam Chicken, dan Isna, Ketua TDAP 8.0 sekaligus Owner Nasi Cimul.
Ketua TDAP 9.0, Ayuarizona, Owner Celebris Digital Marketing Agency sekaligus Founder Nutrivit dan Zona Gizi, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 40 member TDAP atau womanpreneur.
Kegiatan itu mendapat sponsorship dari Rumah Kue Obby, Alona Leather, Molali Donut, Keripik Tempe Rohani, Orenza Lasagna, dan Sumpit Attack Parfume.
Ayuarizona mengatakan kegiatan tersebut digelar seiring meningkatnya peran perempuan dalam dunia kewirausahaan. Selain menjadi ruang belajar dan bertukar pengalaman, kegiatan itu bertujuan memperkuat networking dan kolaborasi antaranggota TDAP.
“Kegiatan ini juga memberikan insight dan solusi terhadap tantangan bisnis, mengenalkan arah dan program kepengurusan TDA 9.0, membangun ekosistem perempuan yang saling mendukung dan memberikan energi dan motivasi baru bagi womanpreneur.”
“Semakin banyak perempuan yang membangun dan mengembangkan bisnis, namun dalam perjalanannya tetap menghadapi tantangan dalam pengelolaan bisnis, pengembangan diri, networking, dan keseimbangan antara keluarga dan usaha,” jelasnya.
Menurutnya, setiap womanpreneur memiliki tantangan bisnis yang berbeda. Karena itu, dibutuhkan ruang yang aman dan suportif untuk berbagi pengalaman, insight, strategi, maupun solusi secara nyata.
Pertemuan secara langsung juga menjadi momentum untuk saling mengenal bisnis, membuka peluang kolaborasi, serta membangun ekosistem bisnis perempuan yang lebih kuat.
“Sharing session diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat membantu peserta mendapatkan perspektif baru dan solusi yang dapat diterapkan dalam bisnis masing-masing. Selain itu, momentum ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan program-program kepengurusan baru serta membuka ruang sinergi antara TDAP Malang dengan TDA secara lebih luas,” bebernya.
Dia mengatakan perempuan memiliki pengalaman dan tantangan yang memiliki banyak irisan, khususnya dalam menjalankan peran sebagai entrepreneur sekaligus bagian dari keluarga. Karena itu, diperlukan komunitas yang dapat menjadi support system untuk saling menguatkan.
“Di tengah dinamika menjalankan bisnis, para pelaku usaha membutuhkan momentum untuk melakukan refleksi, mendapatkan inspirasi, dan kembali dengan energi baru untuk mengembangkan bisnisnya,” katanya.
Bangun Networking dan Kolaborasi
Kegiatan tersebut bukan sekadar sharing bisnis, tetapi menjadi ruang support system bagi womanpreneur. Hal yang paling kuat adalah para perempuan pengusaha dapat saling terbuka mengenai tantangan bisnis, berbagi pengalaman, dan menemukan solusi bersama.
Hal itu memperkuat pesan bahwa perempuan tidak harus berjuang sendirian dalam membangun bisnis.
Sharing Session TDAP Malang menghasilkan sejumlah manfaat dan tindak lanjut yang diharapkan memberikan dampak nyata bagi para womanpreneur.
“Terbangunnya networking dan peluang kolaborasi antaranggota. Setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan bisnisnya, sehingga semakin terbuka peluang untuk saling mengenal, melakukan cross-promotion, membangun partnership, hingga menciptakan kolaborasi bisnis baru.”
“Bertambahnya insight dan perspektif dalam menghadapi tantangan bisnis melalui sharing session dan diskusi. Peserta dapat saling bertukar pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan bisnis, sekaligus mendapatkan alternatif solusi berdasarkan pengalaman anggota lainnya,” jelasnya.
Selain itu, peserta memperoleh informasi mengenai program dan arah kepengurusan TDAP 9.0. Anggota memiliki gambaran lebih jelas mengenai peluang pengembangan diri, bisnis, networking, dan kolaborasi yang dapat diikuti ke depannya.
Awareness terhadap produk anggota TDAP juga meningkat melalui sesi product tasting, pengenalan bisnis, hingga pemberian produk kepada Staf Khusus TDAP Nasional. Produk-produk anggota mendapat ruang untuk lebih dikenal dan diapresiasi.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi beberapa anggota untuk memperkenalkan produk baru mereka. Mendorong anggota untuk lebih aktif memanfaatkan media sosial sebagai kanal bisnis,” terangnya.
Salah satu tindak lanjut kegiatan adalah Social Media Challenge. Peserta ditantang membuat dan memublikasikan konten di lima platform, yakni Facebook, Instagram, Threads, TikTok, dan WhatsApp Story.
Challenge tersebut mendorong anggota tidak hanya memiliki produk yang baik, tetapi juga mampu mengomunikasikan dan memasarkannya secara digital.
“Pemenang Social Media Challenge mendapatkan hadiah berupa produk dari para sponsor, coaching social media bersama Ketua TDAP Malang yang baru, serta free video pengenalan produk. Dengan demikian, challenge tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anggota untuk mendapatkan exposure dan meningkatkan kemampuan digital marketing. Kegiatan menjadi momentum recharge bagi anggota untuk kembali menjalankan bisnis dengan perspektif, semangat, dan jejaring yang lebih luas,” ungkapnya.
Berlanjut di TDAP 9.0
Pada periode TDAP 9.0, networking dan kolaborasi antaranggota TDAP akan dilanjutkan. Social Media Challenge juga akan dijalankan hingga tahap evaluasi.
Selain itu, akan dilakukan coaching dan pendampingan kepada pemenang, pemberian exposure tambahan untuk bisnis anggota, serta mendorong implementasi program TDAP 9.0.
Agenda sharing session juga akan dibangun secara berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem womanpreneur yang lebih aktif dan berdampak.
“Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara rutin dengan topik yang lebih spesifik, seperti marketing, financial management, branding, leadership, digitalisasi bisnis, hingga pengembangan SDM. Dalam jangka panjang, TDAP Malang diarahkan bukan hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi menjadi support system dan ekosistem bisnis perempuan yang mampu menghasilkan kolaborasi, pertumbuhan bisnis, dan dampak nyata bagi anggotanya,” bebernya.
Dia menegaskan TDAP Malang bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi ruang bertumbuh bagi para womanpreneur.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin perempuan bisa saling belajar, saling menguatkan, membuka peluang kolaborasi, dan meningkatkan kapasitas bisnis bersama. Karena kami percaya, ketika perempuan tumbuh dan berdaya, dampaknya juga akan dirasakan oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” tandasnya.
Sementara itu, Staf Khusus TDAP Nasional Nelly Hajas menambahkan bahwa perempuan memiliki kekuatan yang luar biasa ketika memiliki ruang untuk saling mendukung.
“Yang mengerti perempuan ya perempuan itu sendiri. TDAP hadir untuk menjadi bagian dari ekosistem tersebut, agar para womanpreneur tidak hanya bertumbuh dalam bisnis, tetapi juga memiliki support system dalam perjalanan mereka. Harapannya, dari pertemuan seperti ini lahir lebih banyak kolaborasi, inovasi, dan perempuan-perempuan yang semakin berdaya,” pungkas Nelly Hajas.
