Konten Media Partner

TDA Perempuan Malang Hadirkan Ruang Pulih Perempuan Lewat Women Talks 2

29 Desember 2025 20:29 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
TDA Perempuan Malang Hadirkan Ruang Pulih Perempuan Lewat Women Talks 2
Women Talks 2 TDA Perempuan Malang menghadirkan ruang pulih, penguatan spiritual, dan ketenangan batin bagi perempuan pelaku usaha dan komunitas.
TDA
TDA Perempuan Malang Hadirkan Ruang Pulih Perempuan Lewat Women Talks 2
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Malang - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Perempuan Malang berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Batu menghadirkan kegiatan Women Talks 2: Dari Lelah Menuju Lillah. Acara ini digelar di Gedung Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Selasa (23/12/2025), sebagai ruang refleksi dan pemulihan bagi perempuan.
ADVERTISEMENT
Ketua TDA Perempuan Malang yang juga Ketua PDNA Kota Batu, Isna Hidayati Effendi, S.PdI, menyampaikan bahwa perempuan hari ini memikul banyak peran sekaligus, mulai dari ibu, istri, penggerak sosial, hingga pelaku usaha.
“Di balik ketangguhan itu, tak sedikit perempuan yang menyimpan lelah dan luka. Dari kegelisahan itulah TDA Perempuan Malang berkolaborasi dengan PDNA menghadirkan kegiatan ini,” ungkapnya.

Ruang Aman dan Ruang Pulih bagi Perempuan

Isna menjelaskan, Women Talks 2 dirancang sebagai ruang aman dan ruang pulih bagi perempuan. Kegiatan ini diikuti sekitar 220 peserta dari berbagai latar belakang organisasi perempuan, pelaku UMKM, serta komunitas di Malang Raya dan Kota Batu.
Menurutnya, bagi TDA Perempuan Malang, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menjalankan program pilar spiritual yang menjadi fondasi penting bagi perempuan, khususnya pelaku usaha.
ADVERTISEMENT
“Agar tetap bertumbuh secara utuh, tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga secara ruhiyah,” terangnya.
Isna menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring dengan ketenangan batin. Pilar spiritual dinilai penting agar perempuan tidak hanya produktif, tetapi juga ikhlas dan bahagia dalam menjalani peran kehidupannya.

Sinergi Dakwah dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Kolaborasi dengan Nasyiatul Aisyiyah, lanjut Isna, menjadi bentuk sinergi antara dakwah perempuan dan pemberdayaan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. Pilar spiritual disebut bukan sekadar program, melainkan kebutuhan dasar agar perempuan mampu menjalankan peran keluarga, sosial, dan usaha secara seimbang.
“Women Talks 2 menjadi bukti bahwa kolaborasi antarorganisasi perempuan dapat melahirkan ruang-ruang bermakna, tempat perempuan berhenti sejenak, memulihkan diri, dan kembali melangkah dengan hati yang lebih tenang serta niat yang lebih lurus,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

Penguatan Spiritual dan Emosi Perempuan

Sementara itu, Siti Fauziyah, S.Pd., Wali Kota sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu, menyampaikan bahwa perempuan masa kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan ruang penguatan mental dan spiritual.
“Perempuan perlu sehat jasmani dan rohani. Spiritual healing menjadi penting agar perempuan tetap ikhlas dan kuat di tengah berbagai tuntutan,” ujarnya.
Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan materi Dari Lelah Menuju Lillah dan Release Emotion bersama Aniq Al Faqiroh, Founder Spiritual Motherhood. Dalam sesinya, Aniq menekankan bahwa perempuan merupakan pilar peradaban yang perlu dijaga kekuatan iman dan emosinya.
“Perempuan tangguh bukan yang terus memaksa kuat, tetapi yang berani pulih. Ketika hubungan dengan Allah diperbaiki, lelah akan berubah menjadi lillah,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Kesuksesan penyelenggaraan Women Talks 2 tidak lepas dari dukungan para sponsor yang merupakan brand usaha milik anggota TDA Perempuan. Dukungan tersebut menjadi wujud semangat dari perempuan, oleh perempuan, dan untuk perempuan.
Hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha perempuan tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap ruang-ruang pemulihan dan penguatan spiritual sesama perempuan. Sebagai informasi, rangkaian acara juga diisi dengan edukasi keuangan syariah oleh Bank Syariah Indonesia, yang membahas pentingnya pengelolaan keuangan sehat sesuai prinsip syariah sebagai bagian dari ketenangan hidup keluarga.