TDA Perkuat Akses Pasar Global Lewat Forum Bisnis KADIN–Maroko

Jakarta – Pengurus Pusat Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menghadiri forum bisnis strategis yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Delegasi Kerajaan Maroko di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang memperkuat peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama bisnis antara Indonesia dan Maroko.
Delegasi TDA dipimpin Presiden TDA 9.0 Ferdian Brillian, didampingi Direktur Edukasi Dedy Syandera, Direktur Kerja Sama Asosiasi dan Pemerintahan Litar, serta Direktur Legal, Pengawasan, dan Kepatuhan Refki Riyantori.
Kehadiran TDA sekaligus membuka peluang bagi anggota untuk memperluas akses ke pasar internasional, khususnya kawasan Afrika Utara.
Forum dibuka Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional Bernardino Vega bersama Vice Minister in Charge of Foreign Trade Kerajaan Maroko H.E. Omar Hejira dan Duta Besar Maroko untuk Indonesia H.E. Redouane Houssaini.
Dalam forum tersebut, Ferdian menegaskan kesiapan TDA memperluas penetrasi pasar ke Maroko melalui produk-produk anggota yang memiliki daya saing ekspor.
TDA Siap Perluas Kerja Sama Internasional
Ferdian mengatakan TDA telah mengonsolidasikan berbagai lini bisnis anggotanya agar adaptif terhadap kebutuhan pasar global sekaligus memenuhi standar kualitas ekspor.
“Dengan ekosistem yang mencakup hampir 70.000 pelaku usaha di seluruh Nusantara, TDA siap menjadi mitra strategis bagi Kerajaan Maroko. Struktur keanggotaan kami yang terdiversifikasi di berbagai sektor komoditas dan produk riil membuka ruang penjajakan kerja sama yang intens, terukur, dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran pengurus TDA 9.0 dalam forum tersebut mencerminkan arah kebijakan organisasi yang menitikberatkan pada integrasi teknologi, pemanfaatan data ekonomi anggota, serta perluasan jejaring kelembagaan di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, strategi tersebut ditempuh untuk memastikan keberlanjutan sekaligus meningkatkan skala berbagai program strategis yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.
“Melalui kemitraan strategis bersama KADIN dan perwakilan negara sahabat seperti Kerajaan Maroko, TDA berkomitmen untuk terus membuka jalur informasi, penyelarasan regulasi perdagangan, dan akses pasar internasional yang inklusif bagi seluruh anggotanya guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tegasnya.
Komunitas Wirausaha Nasional
Sebagai informasi, Tangan Di Atas (TDA) merupakan salah satu komunitas wirausaha terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan di berbagai wilayah dalam dan luar negeri.
Organisasi ini berfokus pada penguatan mindset kewirausahaan, edukasi bisnis melalui Kelompok Mentoring Bisnis (KMB), serta pengembangan ekosistem usaha berbasis kolaborasi digital untuk mendorong pelaku UMKM berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
