TDA Salatiga Bekali Pelaku Usaha dengan Keterampilan Praktis Memanfaatkan AI

Salatiga – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Salatiga menggelar Seminar Bisnis Pembuatan Konten dengan AI di GRHA AMBOJA KRAMA, Jl. Tingkir Indah, Tingkir Lor, Salatiga, Senin (31/8).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB itu diikuti 47 peserta. Jumlah tersebut melampaui target awal 40 peserta.
Seminar digelar untuk memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) secara praktis dalam mendukung produktivitas dan efisiensi bisnis.
Peserta berasal dari beragam latar belakang. Mulai pebisnis dan pelaku UMKM, karyawan, freelancer, hingga content creator dari Salatiga dan sekitarnya.
Keragaman tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap pemanfaatan AI tidak hanya muncul di kalangan pelaku teknologi. Teknologi itu juga semakin relevan bagi masyarakat yang menggunakan konten dan pemasaran digital dalam aktivitas profesional maupun bisnis.
Praktik AI untuk kebutuhan bisnis
Workshop menghadirkan Kurniawan Subiantoro, Trainer & Konsultan Digital Marketing dan AI, Founder Argia Academy, serta Certified BNSP.
Materi disampaikan dengan pendekatan praktik. Peserta dikenalkan dengan cara kerja AI dan pemanfaatan AI Assistant seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude.
Peserta juga belajar menyusun perintah atau prompt menggunakan Framework KERJA dan 5P.
Selain itu, mereka mempraktikkan riset bisnis, pembuatan konten visual dan video, serta penyusunan workflow AI yang dapat diterapkan untuk membantu pekerjaan sehari-hari.
Kurniawan mengatakan pendekatan tersebut membuat AI tidak hanya diperkenalkan sebagai teknologi baru. AI juga dikenalkan sebagai alat untuk menyederhanakan proses kerja dan mendukung kebutuhan bisnis.
“Bagi pelaku usaha, memahami AI bukan lagi sekadar mengikuti tren teknologi. Yang lebih penting adalah mengetahui bagaimana AI dapat digunakan secara tepat untuk mempercepat pekerjaan, membantu proses riset, membuat konten, dan meningkatkan efisiensi tanpa menghilangkan peran manusia dalam mengambil keputusan,” ujar Kurniawan.
Tingginya partisipasi menjadi salah satu catatan dalam kegiatan tersebut. Dari target 40 peserta, jumlah yang hadir mencapai 47 orang atau tujuh peserta lebih banyak dari target.
Angka itu menunjukkan ketertarikan terhadap topik AI, terutama ketika teknologi tersebut dikaitkan langsung dengan kebutuhan produktivitas, konten, dan pengembangan usaha.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan arah Entrepreneur Development TDA 9.0. Digital Education menjadi salah satu jalur pengembangan untuk menyediakan edukasi digital dan pembelajaran berbasis teknologi.
Dalam kerangka TDA 9.0, pengembangan entrepreneur diarahkan melalui perjalanan Bersama Belajar, Bersama Bertumbuh, Bersama Naik Kelas, hingga Bersama Memberi Dampak.
Dorong pengusaha terus beradaptasi
Ketua TDA Salatiga Regga mengatakan edukasi yang digelar TDA Salatiga tidak berhenti pada penambahan pengetahuan. Kegiatan tersebut diharapkan membantu pengusaha menerapkan ilmu yang diperoleh dalam aktivitas bisnis.
“Melalui pembelajaran dan jejaring, kami berharap semakin banyak pengusaha lokal memiliki kemampuan untuk beradaptasi, bertumbuh, dan naik kelas bersama,” terangnya.
Menurutnya, pengenalan AI menjadi bagian dari kebutuhan pembelajaran entrepreneur di tengah perubahan cara kerja dan pemasaran digital.
Fokusnya bukan sekadar menggunakan berbagai aplikasi AI. Peserta juga diarahkan memahami cara memilih alat, memberikan instruksi yang tepat, melakukan riset, menghasilkan konten, serta menyusun proses kerja yang lebih sistematis.
“Semangat tersebut selaras dengan arah TDA 9.0 yang memosisikan Entrepreneur Development sebagai ekosistem pengembangan anggota melalui tahapan belajar, bertumbuh, naik kelas, dan memberi dampak. Materi TDA 9.0 juga menempatkan pembelajaran digital sebagai bagian dari kerangka TDA Academy of Entrepreneur,” bebernya.
TDA Salatiga berharap kegiatan edukasi berbasis teknologi dapat terus dikembangkan melalui berbagai format pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pengusaha dan masyarakat.
Peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman dasar, tetapi mulai menguji penerapan AI dalam proses kerja dan bisnis masing-masing.
“TDA Salatiga mengajak pebisnis, pelaku UMKM, pekerja profesional, freelancer, dan masyarakat yang tertarik pada pengembangan kewirausahaan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan TDA Salatiga berikutnya. Semangat “Let’s 9O Together” menjadi pengingat bahwa proses belajar dan bertumbuh dalam dunia usaha tidak harus dilakukan sendiri,” pungkasnya.
Sebagai informasi, TDA Salatiga merupakan bagian dari Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA), wadah bagi para pengusaha untuk belajar, bertumbuh, membangun jejaring, dan berkolaborasi.
Melalui kegiatan edukasi, sharing pengalaman, mentoring, serta aktivitas komunitas, TDA Salatiga berupaya mendorong pengusaha lokal untuk terus meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya.
