TDA Siapkan Mukernas 9.0, Libatkan 500 Pengurus dari 119 Daerah

Surabaya - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 9.0 di Surabaya pada 13–15 Oktober 2026. Sekitar 500 pengurus dari pusat, 29 wilayah, dan 119 daerah akan mengikuti agenda tersebut.
Agenda Mukernas TDA 9.0 disampaikan melalui rilis TDA pada 9 September 2026. Forum ini menjadi ruang untuk menyatukan program, nilai, dan arah kerja pengurus TDA dari tingkat pusat hingga daerah.
Mukernas mengusung tema “Memperluas Dampak Wirausaha bagi Ekonomi Nasional melalui Penguatan Bisnis dan Kemitraan Usaha Berbasis Teknologi”. Tiga agenda menjadi fondasi Mukernas 9.0, yakni penguatan bisnis, kemitraan usaha, dan pemanfaatan teknologi.
Penguatan bisnis diarahkan pada pembangunan usaha yang lebih sehat. Fokusnya mencakup margin yang wajar, arus kas yang terjaga, serta sistem bisnis yang tidak sepenuhnya bergantung pada pemilik.
Kemitraan menjadi bagian penting untuk membuka peluang pertumbuhan melalui kolaborasi antaranggota, antardaerah, maupun dengan mitra di luar komunitas. Sementara teknologi ditempatkan sebagai instrumen untuk membantu pelaku usaha memperbesar skala bisnis secara lebih efisien, selain sebagai alat pemasaran.
Surabaya dipilih sebagai lokasi Mukernas TDA 9.0 sekaligus menjadi titik awal perjalanan periode baru organisasi. Karakter Surabaya serta ekosistem bisnis lintas sektor dan generasi di kota tersebut menjadi salah satu pertimbangan penyelenggaraan Mukernas.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari. Pada 13 Oktober, agenda mencakup kedatangan peserta, TDA Klub & Hobi, press conference, Sarasehan Majelis Wali Amanah, Gala Dinner, dan peluncuran TDA One.
Pada 14 Oktober, kegiatan dilanjutkan dengan Leadership Camp serta diskusi panel bersama BOD dan daerah. Pada 15 Oktober, agenda mencakup finalisasi program, penandatanganan MoU, penyerahan SK kepengurusan, pembekalan, dan penutupan.
Mukernas juga dirangkai dengan Discussion Panel, sarasehan bersama MWA dan Founder TDA, serta aktivitas klub dan hobi seperti padel, mini soccer, dan running. Setelah rangkaian utama, peserta juga dapat mengikuti Bromo Tour sebagai aktivitas lanjutan jejaring TDA.
Chief Ecosystem Development TDA Ichlasul Amal Rangga Winata mengajak seluruh pengurus menjadikan Mukernas sebagai momentum bergerak bersama.
“Mukernas bukan sekadar tentang hadir di satu agenda organisasi. Ini adalah momentum untuk kembali berkumpul, menyatukan energi, menyamakan langkah, dan menentukan arah perjalanan kita bersama. Dari pusat, wilayah, hingga daerah, setiap pengurus punya peran penting dalam membangun ekosistem TDA yang semakin kuat dan berdampak.”
Ia menambahkan, kehadiran pengurus dari berbagai daerah menjadi bagian penting dari semangat kolaborasi yang ingin dibangun melalui Mukernas TDA 9.0.
“Mari kita hadir, bertemu, berdiskusi, berbagi gagasan, dan membawa semangat dari daerah masing-masing ke Mukernas TDA 9.0. Surabaya menjadi titik temu kita. Saatnya kita bergerak bersama, bertumbuh bersama, dan memperluas dampak wirausaha bersama. Let’s go together!”
Mukernas TDA 9.0 juga menempatkan perubahan nyata pada usaha anggota dan kekuatan kolaborasi antardaerah sebagai ukuran keberhasilan. Pendekatan tersebut diterjemahkan melalui pengukuran dampak, penguatan kapasitas usaha, kemitraan dan akses pasar, serta pemanfaatan teknologi.
Penguatan kapasitas mencakup aspek mutu produk, efisiensi biaya, tata kelola, pembukuan, legalitas, dan kesiapan permodalan. Sementara akses pasar diarahkan pada peluang transaksi antaranggota, rantai pasok korporasi, program pemerintah, dan lembaga pembiayaan.
Memasuki periode 9.0, TDA menargetkan terbentuknya arah kerja nasional yang lebih terukur di seluruh daerah. Forum tiga hari di Surabaya akan menjadi ruang untuk menyelaraskan program sekaligus menerjemahkan tema besar TDA 9.0 ke dalam agenda kerja yang dapat dijalankan di daerah.
Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) berdiri sejak 2006 sebagai wadah bagi pengusaha untuk belajar, bertumbuh, terhubung, berkolaborasi, dan memberi dampak bersama. Dalam perjalanan dua dekade, TDA berkembang melalui kekuatan daerah, kepercayaan antaranggotanya, serta jejaring pengusaha di berbagai wilayah. Pada 2026, TDA memasuki periode kepengurusan 9.0 dengan fokus pada penguatan komunitas, kapasitas, dan ekosistem kewirausahaan.
