Konten Media Partner

TDA Tangerang Raya Bekali Business Owner Strategi Menembus Pasar Korporasi

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Tangerang Raya Bekali Business Owner Strategi Menembus Pasar Korporasi
zoom-in-whitePerbesar

Tangerang - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Wilayah Tangerang Raya membekali sekitar 40 business owner strategi menembus pasar korporasi, melalui workshop Mastering B2B Winning Business Partnership.

Kegiatan yang digelar Divisi Edukasi TDA Tangerang Raya 9.0 itu berlangsung di Hotel Omar, Tangcity, Tangerang, Senin (10/8/2026).

Ketua TDA Edukasi Tangerang Raya Eryana Multidewi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TDA mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis dan membangun partnership secara profesional, khususnya dalam menghadapi pasar Business to Business (B2B).

“Workshop yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB tersebut menghadirkan Verawati Amir, Owner PT Latifa Bumi Berdaya, sebagai narasumber,” jelasnya.

Dia mengatakan peserta merupakan business owner yang ingin memahami strategi membangun kerja sama dengan perusahaan maupun calon mitra bisnis. Kegiatan tersebut sekaligus menjawab tantangan business owner dalam memasuki pasar B2B.

Menurutnya, memasuki pasar B2B tidak selalu mudah. Banyak business owner sudah bertemu calon partner atau calon klien, tetapi masih kesulitan ketika harus menawarkan kerja sama, menyusun proposal, melakukan negosiasi, hingga mencapai tahap closing.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan diselenggarakannya workshop Mastering B2B Winning Business Partnership.

Bangun Kerja Sama secara Profesional

“Selain persoalan teknis, masih terdapat mindset yang kurang tepat di kalangan sebagian pelaku UMKM mengenai cara mendapatkan project atau kerja sama dengan perusahaan. Salah satunya adalah anggapan bahwa koneksi atau orang dalam menjadi faktor utama untuk mendapatkan project,” bebernya.

Melalui workshop tersebut, peserta diajak melihat bahwa peluang kerja sama B2B seharusnya dibangun melalui pendekatan bisnis yang profesional, pemahaman terhadap kebutuhan calon customer, serta kemampuan menunjukkan value yang dimiliki bisnis.

Dia mengatakan B2B bukan sekadar menjual produk. Hal tersebut juga ditekankan Verawati Amir dalam materi workshop.

“Business owner perlu memahami masalah yang dihadapi calon customer dan kemudian menunjukkan bagaimana produk atau layanan yang ditawarkan dapat menjadi solusi. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pertanyaan Why choose me, not other,” terangnya.

Menurut Verawati, business owner harus mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan jelas. Bukan hanya menjelaskan apa yang dijual, tetapi menunjukkan value yang membuat bisnisnya layak dipilih dibandingkan kompetitor.

“Masih banyak business owner, terutama UMKM, yang memiliki mindset keliru bahwa kalau tidak ada orang dalam atau uang pelicin akan sulit mendapatkan project dan kerja sama. Dengan adanya workshop B2B marketing ini, diharapkan mindset seperti itu bisa ditinggalkan,” ujar Verawati.

Ia juga menambahkan bahwa business owner perlu memahami value yang dapat diberikan kepada calon customer.

“Yang perlu ditekankan adalah why choose me, not other. Apa value kita yang bisa menjadi solusi dari masalah yang dihadapi calon customer,” jelasnya.

Peserta Belajar Strategi B2B

Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi untuk membahas berbagai tantangan yang mereka hadapi ketika menjangkau calon klien maupun partner bisnis.

Dengan framework tersebut, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih terarah dalam menentukan target market B2B, menyusun proposal kerja sama yang relevan, melakukan negosiasi, serta meningkatkan peluang terjadinya closing.

Bagi peserta, workshop tersebut memberikan perspektif baru bahwa membangun bisnis B2B bukan hanya mengenai kemampuan menjual. Namun, juga kemampuan memahami kebutuhan customer dan menawarkan solusi yang memiliki nilai.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, TDA Tangerang Raya berharap semakin banyak business owner yang berani memperluas pasar ke segmen B2B dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan profesional.

Sebagai informasi, workshop Mastering B2B – Winning Business Partnership juga menjadi salah satu bentuk komitmen Divisi Edukasi TDA Tangerang Raya dalam menghadirkan ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi para business owner.

Ruang belajar tersebut diharapkan membantu para business owner terus berkembang, membangun kolaborasi, dan menciptakan partnership bisnis yang berkelanjutan.