Konten Media Partner

TDAP Wajo Rangkul 350 Perempuan Lewat Kelas Pemberdayaan dan Penguatan Diri

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDAP Wajo Rangkul 350 Perempuan Lewat Kelas Pemberdayaan dan Penguatan Diri
zoom-in-whitePerbesar

Wajo – Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Perempuan Wajo menggelar kelas women empowerment di Gedung Darmawan, Sengkang, pada 24 Mei 2026. Mengusung tema “Wanita Bahagia Dimulai dari Diri Sendiri”, kegiatan ini diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari anggota TDA maupun masyarakat umum.

Ketua TDA Perempuan Wajo, Hardianti Ardin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan terhadap penguatan peran perempuan, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan itu, yakni Nia Fiani dan Emilia Quadarusman.

Menurut Hardianti, perempuan memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus masyarakat. Karena itu, TDA Perempuan berupaya membangun ekosistem yang saling menguatkan melalui berbagi pengetahuan, memperluas jaringan, serta membuka akses pasar bagi para perempuan pengusaha.

Selain menghadirkan pelatihan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi dan berbagi inspirasi. Tujuannya agar perempuan tidak hanya berkembang sebagai pelaku usaha, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

“Jadi, untuk total peserta sebanyak kurang lebih 350 orang,” jelasnya.

Hardianti menegaskan, TDA Perempuan Wajo berkomitmen terus melahirkan perempuan yang mandiri secara ekonomi, tangguh secara mental, dan bermanfaat bagi sesama. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin menyediakan ruang yang aman bagi perempuan di Wajo untuk pulih, bangkit, dan semakin berdaya.

Ia menambahkan, kelas pemberdayaan tersebut akan diselenggarakan secara rutin satu kali dalam setiap periode.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, setiap perempuan yang hadir merasa dirangkul, diterima, dan pulang dengan hati yang lebih kuat dan membawa harapan baru, keberanian untuk bangkit, dan keyakinan bahwa dirinya berharga,” pungkasnya.