Terdesak Kebutuhan Rumah Tangga, Andrew Tekuni Bisnis Fashion Muslim

TANGERANG - Andrew merupakan pemilik Hijab Corner by Sahara. Dia menekuni bisnis ini sejak tahun 2011, guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga pasca menikah.
"Awalnya tuntutan ekonomi baru nikah dan punya anak tapi belum mempunyai pekerjaan. Akhirnya saya mencoba bisnis fashion muslim karena relatif lebih mudah dilakukan waktu itu," kenangnya.
Suka duka berbisnis telah kenyang dia rasakan. "Selama awal bisnis lebih banyak jatuhnya daripada bangunnya. Berkali-kali buka toko baru tapi tidak bertahan lama," bebernya.
Di tahun 2015, Andrew mulai bergabung dengan komunitas bisnis terbesar di Indonesia, Tangan Di Atas (TDA). "Akhirnya saya mulai ber-TDA karena kita bisa mendapatkan banyak hal dalam meminimalisir resiko kerugian," sebutnya.
Perubahan bisnis ke arah positif mulai dia rasakan sejak bergabung dengan TDA. "TDA banyak memberikan ilmu bisnis. Mulai mengelola bisnis dari penetapan visi misi, sistem, hingga mengelola tim dan finansial. Selain itu juga saya mendapatkan mentor, networking, dan ilmu yang tidak pernah habis," bebernya.
Rencananya, selain menguatkan fondasi bisnis, dia akan mengembangkan Hijab Corner by Sahara dalam bentuk retail offline dan online. "Fondasi bisnis harus semakin diperkuat agar bisa berkompetisi di hulunya nanti," harapnya.
Pesan Andrew kepada pebisnis pemula adalah jangan pernah takut mencoba sesuatu yang baru, mengikuti komunitas wirausaha, berpartisipasi dalam komunitas, dan mencari mentor yang tepat.
