Terpuruk karena Pandemi, Kini Khatarine Paula Sukses Berbisnis Makanan Instan

TULUNGAGUNG - Di tengah pandemi COVID-19, usaha kuliner menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Seperti dialami Khatarine Paula (27). Pemilik salah satu kafe di Tulungagung ini, terpaksa gulung tikar dan beralih ke bisnis lain.
"Kafe saya mengalami minus banyak sekali," ungkapnya. Sehingga, dia kesulitan menggaji karyawan dan memutuskan menutup kafe. Dia juga menjual perabotan-perabotan di kafe. Uang hasil penjualan perabotan, kemudian dia gunakan untuk modal bisnis lain.
Lalu, dia mulai teringat dengan salah satu bisnisnya yang telah lama vakum, yakni makanan non MSG dan pengawet dengan merek Cap Sayang Ayam Suwir.
"Saya punya balita dan baby dengan keuangan minus. Kebutuhan semakin banyak, listrik naik, spp naik. Akhirnya saya ingat dengan bisnis snack yang sudah lama vakum dan ini saya tekuni selama COVID-19," ujarnya.
Bersama suami, dia memasak Cap Sayang Ayam Suwir bergantian. Menggunakan kompor rumahan ala kadarnya sambil mengurus 2 anak.
Promosi Cap Sayang Ayam Suwir dia lakukan melalui Instagram dan Facebook. "Cap Sayang Ayam Suwir sekarang justru menjadi tiang penghasilan kami. Awal jualan wadah plastik ke Facebook, status, alhamdulillah sekarang sudah ada reseller, ada Instagram, dan website," bebernya.
Bahkan, selama kurang lebih 1 tahun ini, dia memiliki banyak reseller dari berbagai daerah. "Sekarang saya sudah memiliki 3 agen di Jawa Tengah, Manado, Blitar, dan 32 reseller," imbuhnya.
Cap Sayang Ayam Suwir memiliki beragam varian, yakni original, pedas, dan super pedas. Selain itu, juga ada aneka macam sambal. Dia tetap berkomitmen membuat makanan tanpa MSG dan pengawet.
Dia berharap, usahanya berkembang dan mempunyai rumah produksi sendiri. Sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Terutama di tengah pandemi seperti ini.
"Semoga Cap Sayang sesuai dengan doa dan harapan saya waktu memberikan nama itu, bisa menjadi cap membekas di hati konsumen, keluarga, dan karyawan," harapnya.
Tak lupa, dia membagikan tips bisnis yakni tekad kuat, semangat, tidak menunda pekerjaan, mengikuti komunitas, dan selalu berpikir positif.
"Selagi semangat itu muncul jangan ditunda, karena sejatinya manusia gampang berubah-ubah pikiran. Jika ada hambatan yang membuat kamu down, stress, merasa gagal, cobalah melihat ke sisi lain, pergilah dari zona nyamanmu, mungkin di sekitarmu sudah ada solusi," pesannya.
Perlu diketahui, Paula merupakan salah satu member komunitas Tangan Di Atas wilayah Tulungagung sejak tahun 2020. Dia merasa banyak manfaat yang diperoleh. "Salah satunya banyak mentor untuk mengembangkan bisnis. Bukan hanya itu, komunitas Tangan Di Atas juga aktif di kegiatan sosial," jelasnya.
