Konten Media Partner

Thrive Up 2026 Perkuat Kolaborasi FEB UNJ dan TDA Jaktim Cetak Entrepreneur Muda

TDAverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Thrive Up 2026 Perkuat Kolaborasi FEB UNJ dan TDA Jaktim Cetak Entrepreneur Muda
zoom-in-whitePerbesar

JAKARTA TIMUR – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) berkolaborasi dengan Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Jakarta Timur menggelar Thrive Up 2026. Program bertajuk Entrepreneurship Seminar & Business Coaching itu mengangkat tema Entrepreneurship in the Digital Era: Innovation, Creativity, and Strategies for Building a Business.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ki Hajar Dewantara Lantai 8 Universitas Negeri Jakarta pada 30 Juni 2026 itu menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi bisnis. Tujuannya membangun ekosistem kewirausahaan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.

Seminar menghadirkan Raja A. Alrando, S.M.B., MBA, sebagai Entrepreneurship & Business Development Expert serta Ketua TDA Jakarta Timur, Tejasari Asad, entrepreneur, Financial Planning Expert, sekaligus Owner Merapi Mountain.

Kedua narasumber mendorong peserta agar tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga mampu membangun model bisnis yang relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Materi yang disampaikan meliputi inovasi bisnis, strategi pengembangan usaha, kreativitas, hingga pengelolaan keuangan sebagai bekal bagi mahasiswa dan calon wirausahawan muda.

Seminar dikemas dalam bentuk business coaching. Peserta tidak hanya memperoleh wawasan teoretis, tetapi juga arahan praktis mengenai tantangan membangun usaha, validasi ide bisnis, penyusunan strategi pemasaran, hingga pentingnya membangun mentalitas seorang entrepreneur.

Ketua TDA Jakarta Timur 8.1, Tejasari Asad, mengatakan sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas pengusaha menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi entrepreneur yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Membangun bisnis di era digital tidak cukup hanya memiliki ide yang baik. Dibutuhkan keberanian untuk memulai, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta pengelolaan keuangan yang sehat agar bisnis dapat bertumbuh secara berkelanjutan. Saya berharap kolaborasi seperti ini mampu membuka wawasan mahasiswa bahwa menjadi entrepreneur bukan sekadar pilihan karier, tetapi juga jalan untuk menciptakan manfaat dan membuka peluang kerja bagi banyak orang,” ujarnya.

Menurut Tejasari, mahasiswa memiliki potensi besar menjadi pelaku usaha sejak masih duduk di bangku kuliah apabila didukung ekosistem pembelajaran, pendampingan, dan jejaring bisnis yang tepat. Karena itu, melalui Thrive Up 2026, FEB UNJ dan TDA Jakarta Timur diharapkan terus memperkuat budaya kewirausahaan di lingkungan kampus sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak entrepreneur muda yang inovatif, tangguh, dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan komunitas bisnis mampu menghadirkan ruang belajar yang inspiratif, sekaligus menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan dan berdaya saing di era digital,” pungkasnya.