Konten Media Partner

Usaha Minimarket Gulung Tikar, Ridwan Wiyoyo Akhirnya Sukses di Bisnis Kuliner

TDAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ridwan Wiyono dan aneka pie produksi tokonya.(dok/pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Ridwan Wiyono dan aneka pie produksi tokonya.(dok/pribadi)

PEKANBARU - Ridwan Wiyono owner toko pie dan deKlapperpie mulai menjalankan bisnis tahun 2005. Membuka minimarket, namun pada tahun 2012 gulung tikar alias bangkrut.

Awalnya karirnya, Ridwan bekerja di bidang konstruksi sesuai latar belakang pendidikan kuliah. Namun pada 2005 karirnya di perusahaan konstruksi BUMN itu ditinggalkannya, demi mengelola investasi yang terlanjur disiapkan orang tuanya.

Pie Topping Keju.(dok/pribadi)

"Jadi, orang tua punya persepsi kalau minimarket itu mudah dikelola. Memang usaha minimarket awalnya berkembang cukup pesat mulai dari 2005. Lalu pada tahun 2012 melakukan scale up tanpa ilmu, akibatnya berakhir dengan kebangkrutan," ujarnya.

Setelah gulung tikar, Ridwan tak tinggal diam, dia mulai melakukan usaha pie dari rumah dengan sistem pre order. Bisnis tersebut rupanya berkembang sangat pesat. Sehingga memiliki 3 outlet di Pekanbaru.

"Saya tekuni usaha dengan sistem preorder saat ini sudah punya 3 toko di Pekanbaru dan 1 tempat pusat produksi," terangnya.

Sedangkan untuk harga pie dibandrol mulai harga Rp 7 ribu hingga 200 ribu.

Tak hanya menekuni bisnis pie, sejak tahun 2018 Ridwan mulai mengembangkan bisnis dengan membuka usaha mie pangsit ayam gumik. Bisnis mie pangsit rupanya dapat diterima di masyarakat. Sebab warung mie pangsit tidak pernah sepi pengunjung.

Serba pie.(dok/pribadi)

Dari pengalaman pernah gulung tikar itu, Ridwan kemudian banyak belajar tentang ilmu bisnis. Sehingga dapat mengembangkan bisnis kuliner yang dimulai dari sistem pre order. Meski, bisnis yang dijalankan telah berbuah manis, dia tetap banyak melakukan belajar terkait dengan pengembangan bisnis.

"Saya banyak bersyukur dengan apa yang telah saya dapat. Tetapi saya tidak pernah lelah untuk terus belajar. Karena ilmu bisnis itu luas dan harus banyak update," terangnya.

Rencananya, untuk mengembangkan bisnisnya, Ridwan akan membuka cabang deKlapperPie dan mie pangsit ayam gumik tersebar di Indonesia.

"Jadi, rencana saya membuka toko di kota lainnya dengan sistem kerjasama dengan investor perorangan agar dapat merubah stigma negatif di masyarakat kalau kerjasama itu sulit dan selalu bermasalah," ungkapnya.

Menu dan harga pie gift.(dok/pribadi)

Apa kiat bisnisnya sehingga bisa sukses seperti sekarang? Ridwan mengatakan, untuk berbisnis perlu keberanian, berilmu, niat dan tekat, mengembangkan bisnis. "Jadi, memulai usaha itu dengan keberanian lalu berilmu sambil menjalankan dan mengembangkannya," bebernya.

Bergabung dengan komunitas TDA sejak tahun 2011. Banyak manfaat yang diperoleh. Di antaranya mendapatkan mentor bisnis, jaringan di berbagai kota.

Selama bergabung di TDA, Ridwan mendapatkan kebutuhan yang diperlukan untuk belajar entrepreneur seperti workshop dan seminar. Selain itu teman - teman yang saling berbagi tips dan sharing pengalaman usahanya.

''Mentor yang bersedia mengajarkan ilmu di dunia usaha, lingkungan positif yang saling bersinergi untuk sama-sama bertumbuh," pungkasnya.