Womenpreneur Hebat Tak Takut Krisis, Syahnaz: Sukses Instan Hanya Besarkan Ego

Jakarta - Semangat perempuan dalam membangun dan mengembangkan usaha menjadi salah satu sorotan dalam gelaran Pesta Wirausaha Nasional (PWN) TDA 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (20/06/2026).
Dalam sesi talkshow bertajuk "Womenpreneur" yang dipandu Yulia Astuti, sejumlah pengusaha perempuan berbagi pengalaman membangun bisnis, menghadapi tantangan, hingga melihat peluang di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Hadir sebagai narasumber antara lain Syahnaz Haque selaku Komisaris CleanSheet, Dian Aryanti Founder Ciomy, Roesita Tanti pengusaha manufaktur asal Batam, serta dr. Nurul Founder Vetopet.
Kisah Cleansheet yang Inspiratif
Pada kesempatan itu, Syahnaz Haque membagikan kisah inspiratif tentang perjalanan CleanSheet yang bermula dari perjuangan seorang mahasiswa pascasarjana IPB bernama Dikon saat masa pandemi.
Menurut Syahnaz, bisnis tidak selalu harus dibangun dengan modal besar. Justru dalam kondisi terdesak, seseorang dapat menemukan kekuatan dan peluang yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
"Ini contoh nyata tentang the power of kepepet. Kadang kondisi sulit justru membuat seseorang menemukan jalan untuk bertahan dan berkembang," ujar Syahnaz di hadapan peserta PWN 2026.
Ia menceritakan bagaimana Dikon menghubunginya melalui pesan Instagram dan menawarkan jasa membersihkan rumah dengan harapan dapat membantu mempromosikan usahanya. Dari langkah sederhana tersebut, bisnis CleanSheet kemudian berkembang hingga mampu membantu ratusan anak putus sekolah.
Syahnaz juga menekankan pentingnya proses dalam membangun bisnis. Menurutnya, kesuksesan yang datang terlalu cepat sering kali hanya memperbesar ego seseorang.
"Kesuksesan yang cepat itu cuma untuk membesarkan ego. Tapi kesuksesan yang datang melalui proses panjang akan membentuk karakter," tegasnya.
Saat ini, lanjut Syahnaz, CleanSheet telah membantu lebih dari 500 anak putus sekolah melalui berbagai program sosial yang dijalankan perusahaan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya integritas dalam menjalankan usaha. Baginya, kejujuran merupakan fondasi utama yang tidak bisa ditawar.
"Hal paling sulit dalam memimpin adalah ketika harus mengeluarkan orang yang tidak jujur. Dalam bisnis jasa, kejujuran adalah harga mati," katanya.
Ciomy Tak Hanya Jual Produk Tapi Bangun Pemimpin
Sementara itu, Founder Ciomy, Dian Aryanti, mengungkapkan bahwa bisnis yang ia jalankan bukan semata-mata tentang menjual produk makanan, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang mampu menjadi pemimpin di masa depan.
"Kalau aku jualan cuanki, tapi sebenarnya yang sedang aku bangun adalah leaders. Produk bisa apa saja, tetapi bagaimana kita membentuk karakter dan melahirkan pemimpin yang bermanfaat untuk banyak orang, itu yang lebih penting," ujar Dian.
Pandangan serupa juga disampaikan Founder Vetopet, dr. Nurul. Menurutnya, kondisi ekonomi yang menantang saat ini justru membuka peluang baru bagi para pelaku usaha yang mampu beradaptasi.
Ia mengakui terjadi perubahan perilaku konsumen, termasuk dalam penggunaan jasa layanan kesehatan hewan. Namun di balik tantangan tersebut, muncul pelanggan yang lebih loyal dan memiliki kebutuhan yang jelas.
"Ketika pasar menjadi lebih terfilter, justru semakin mudah bagi kami untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Di saat banyak orang bingung, sebenarnya selalu ada peluang yang bisa ditemukan," kata dr. Nurul.
Bahkan, ketika banyak pelaku usaha memilih menahan ekspansi, dr. Nurul justru mengambil langkah berani dengan membuka cabang baru.
"Banyak yang bilang saya gila karena membuka cabang dalam kondisi seperti ini. Tapi menurut saya, sebagai pengusaha kita tidak boleh hanya menunggu situasi membaik. Kita harus tetap bertumbuh dan mencari peluang," ujarnya.
Pentingnya Keberlanjutan Usaha dalam Bisnis Keluarga
Sementara itu, Roesita Tanti yang menjalankan bisnis manufaktur aksesoris pipa untuk industri minyak dan gas mengaku kini lebih fokus mengembangkan perusahaan setelah anak-anaknya beranjak dewasa.
Pengusaha asal Batam tersebut menilai keterlibatan generasi penerus dalam bisnis keluarga menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi keberlanjutan usaha.
Talkshow Womenpreneur dalam PWN TDA 2026 memberikan gambaran bahwa perempuan memiliki peran penting dalam dunia usaha. Tak hanya berorientasi pada keuntungan, para womenpreneur juga berupaya membangun karakter, memberdayakan masyarakat, hingga menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
Melalui berbagai pengalaman yang dibagikan para narasumber, peserta diajak memahami bahwa tantangan bisnis bukanlah hambatan untuk berhenti berkembang, melainkan kesempatan untuk menemukan versi terbaik dari diri sendiri dan organisasi yang dibangun.
