Workshop Ruang Jeda TDA Semarang Ajak Peserta Mengenal Diri

Semarang - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Semarang menggelar workshop Ruang Jeda: Mencari Jejak Diri pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 13.00–15.30 WIB di Al Fath Store, Banyumanik, Semarang.
Kegiatan yang menghadirkan psikolog klinis Arum Sukma Kinasih, S.Psi., M.Psi., itu mengajak peserta memahami diri dan melangkah lebih sadar.
Kesibukan sehari-hari kerap menyisakan sedikit waktu untuk memperhatikan diri sendiri. Di tengah pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan aktivitas usaha, mengenali pikiran serta emosi menjadi tema yang diangkat dalam workshop tersebut.
Mengusung pesan Berhenti sejenak, menemukan diri, melangkah kembali, Ruang Jeda mengajak peserta memberi perhatian pada hal-hal yang kerap terlewat dalam rutinitas, mulai dari pikiran, emosi, hingga cara merespons pengalaman sehari-hari.
Dela, Ketua TDAP Semarang, mengatakan pembahasan dalam workshop berfokus pada empat hal, yakni mengenali pikiran, memahami emosi, memilih respons, dan menentukan arah.
"Rangkaian tema ini menempatkan pengenalan diri sebagai bagian penting dalam menjalani aktivitas, bukan sekadar sesuatu yang dilakukan ketika ada waktu luang," jelasnya.
Melalui pendampingan narasumber, peserta diajak melihat kembali apa yang terjadi dalam dirinya. Della mengatakan, tujuan kegiatan ini bukan hanya menyediakan waktu untuk berhenti dari kesibukan, tetapi juga memberi kesempatan untuk berefleksi sebelum kembali menjalankan berbagai peran.
"Bagi pelaku usaha, tema tersebut dekat dengan keseharian yang penuh keputusan dan tanggung jawab. Namun, ruang belajar ini tidak terbatas pada pengusaha atau anggota komunitas. Workshop dibuka untuk masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas," terangnya.
Menurutnya, kehadiran Ruang Jeda memperlihatkan bahwa kegiatan komunitas bisnis dapat menjangkau sisi personal anggotanya. Selain membangun jejaring dan membicarakan pengembangan usaha, komunitas juga dapat menghadirkan kesempatan untuk belajar memahami diri.
"Dalam konteks TDA Semarang, kegiatan ini menjadi bentuk perhatian terhadap individu di balik aktivitas bisnis dan berbagai peran sosialnya. Bertumbuh tidak selalu berarti menambah kesibukan. Ada kalanya proses tersebut dimulai dengan menyediakan waktu untuk mendengarkan diri sendiri," ungkapnya.
Dia menyampaikan, melalui Ruang Jeda: Mencari Jejak Diri, TDA Semarang mengangkat pesan sederhana di tengah tuntutan untuk terus bergerak. Mengenal diri juga layak mendapat tempat. Berhenti sejenak menjadi bagian dari upaya menentukan arah sebelum melangkah kembali dengan lebih sadar.
