Poster Edukasi Siswa SMP 008 Tanah Datar Tentang Bahaya Phishing

Kelompok 10 KKN Bina Desa 2025, Mahasiswi Sistem Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dinda Nur Aini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perkembangan teknologi digital membawa kemudahan dalam berkomunikasi, belajar, dan mencari informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat ancaman kejahatan siber yang semakin marak, salah satunya adalah phishing. Jenis penipuan ini memanfaatkan tautan, pesan, atau situs palsu untuk mencuri data pribadi korban, dan dapat menimpa siapa saja, termasuk pelajar sekolah.
Berawal dari keprihatinan terhadap rendahnya kesadaran siswa akan keamanan digital, Kelompok 10 KKN Bina Desa 2025 melaksanakan program kerja bertema literasi digital di SMP 008 Tanah Datar. Program ini diwujudkan melalui pembuatan, pemasangan, dan pemaparan singkat poster edukasi phishing yang dirancang khusus untuk siswa sekolah menengah pertama.
Latar Belakang Program
Berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak siswa sudah terbiasa menggunakan gawai dan mengakses internet, terutama untuk bermain game, membuka media sosial, dan mencari informasi untuk tugas sekolah. Namun, sebagian besar dari mereka belum memahami cara mengenali pesan atau situs berbahaya yang berpotensi mencuri data pribadi. Situasi ini menjadi alasan kuat untuk menghadirkan media edukasi yang sederhana namun efektif di lingkungan sekolah.
Poster dipilih sebagai media utama karena sifatnya yang visual, mudah menarik perhatian, dan dapat dipajang secara permanen di lokasi strategis. Dengan begitu, pesan edukasi dapat terus tersampaikan tanpa memerlukan pengulangan kegiatan secara langsung.
Proses Pembuatan dan Desain Poster
Poster edukasi phishing dibuat dengan desain penuh warna, ilustrasi menarik, dan bahasa yang sederhana. Proses desain dilakukan menggunakan aplikasi Canva sehingga menghasilkan tampilan yang rapi dan profesional. Kontennya disusun agar mudah dipahami oleh siswa SMP, mencakup:
Pengertian phishing.
Ciri-ciri pesan phishing.
Contoh phishing seperti: Memeriksa alamat situs sebelum mengklik tautan, tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal dan mewaspadai pesan yang meminta otp login atau transfer uang secara mendadak.
Melaporkan pesan atau situs mencurigakan.
Tips singkat menghindari phishing.
Pemasangan dan Sosialisasi
Poster berukuran A3 dicetak dan dipasang di beberapa titik strategis sekolah yang sering dilalui siswa. Selain itu, beberapa poster juga ditempel di lokasi lain di sekitar desa untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
Tidak hanya memasang poster, Kelompok 10 KKN Bina Desa 2025 juga melaksanakan sosialisasi singkat di beberapa kelas. Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan pada contoh kasus phishing yang sering terjadi di dunia nyata, termasuk penipuan melalui game online, undian palsu, dan pesan dari akun media sosial yang berpura-pura sebagai teman atau kerabat. Sosialisasi dilakukan secara interaktif, sehingga siswa dapat mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mereka.
Hasil dan Dampak Program
Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan siswa. Poster yang dipasang berhasil menarik perhatian, sementara sosialisasi langsung membuat siswa lebih memahami bahaya phishing. Banyak siswa yang mengaku baru menyadari bahwa beberapa pesan yang pernah mereka terima sebenarnya mengandung unsur penipuan digital.
Manfaat program ini tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga diharapkan memberikan efek edukasi jangka panjang. Selama poster tetap terpajang di sekolah, pesan-pesan keamanan digital akan terus tersampaikan kepada generasi siswa berikutnya.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang mengasah kemampuan komunikasi, desain, dan pengelolaan program lapangan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk memberikan kontribusi positif di dunia pendidikan.
Penutup
Melalui inisiatif ini, SMP 008 Tanah Datar kini memiliki sarana edukasi visual yang efektif untuk meningkatkan kesadaran literasi digital di kalangan siswa. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui media cetak maupun pelatihan langsung, agar pelajar semakin siap menghadapi tantangan keamanan di dunia digital.
